Jangan Sia-Siakan Nafas Anda

Ayat bacaan: Mazmur 150:6
=======================
“Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”

jangan sia-siakan nafas andaDi depan saya hari ini ada sekumpulan anak yang sedang bermain. Mereka mengambil setumpuk tanah dan mulai menghembuskannya ke muka teman-temannya. Mereka terus tertawa dan berlari-lari sambil sesekali terbatuk karena debu tanah yang menerpa muka mereka. Itulah yang terjadi ketika kita menghembuskan nafas ke arah debu tanah. Debu akan segera berterbangan dan mengotori muka orang yang kearahnya kita hembuskan bahkan mungkin sekali juga mengotori muka kita sendiri. Tapi apa yang terjadi ketika Tuhan menghembuskan nafasNya kepada debu tanah? Yang terjadi adalah seorang manusia! Manusia yang begitu rumit, kompleks, lengkap dengan kemampuan berpikir, akal budi, memiliki perasaan, bisa mengasihi, bisa berkembang biak dan bahkan dijanjikan sebuah kehidupan kekal kelak di sisi Allah sendiri.

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7). Itulah awal mulanya manusia hadir sebagai mahluk yang hidup. Hembusan nafas hidup yang berasal dari Tuhan, itulah yang membuat kita menjadi mahluk yang hidup. Artinya, jika kita bisa bernafas hari ini, itu berasal dari hembusan nafas Tuhan sendiri.

Ketika kita menyadari bahwa nafas kita hari ini berasal dari hembusan nafas Tuhan, pernahkah kita berpikir untuk apa nafas kita sehari-hari kita pakai? Kita mungkin terengah-engah ketika naik tangga atau kecapaian setelah bekerja keras. Di saat lain kita mungkin mengisi saat-saat kita bernafas dengan berkeluh kesah atau menyesali hidup. Pemazmur melihat sisi lain dari sebuah nafas. Ketika nafas ini masih berada pada kita, adalah baik jika itu dipakai untuk alasan yang tepat, sebuah alasan yang menjadi landasan kita untuk hidup, yaitu untuk memuji Tuhan. Worship. “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mazmur 150:6). Kita terus bernafas, karena jika tidak kita akan mati. Dan selama bernafas itu masih bisa kita lakukan, hendaklah itu dipakai untuk memuji Tuhan. Inilah ayat yang menjadi penutup dari rangkaian kitab Mazmur yang panjang itu.

Nafas tidak bisa kita simpan untuk dipakai kemudian. Jika kita memilih untuk menahan nafas, maka kita akan melewatkan kesempatan untuk itu. Bahkan jika kita menahannya untuk waktu yang lama kita bisa pingsan atau bahkan mati. Karena itulah selagi nafas itu masih ada dalam diri kita, kita harus mampu mempergunakannya dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan Tuhan. Memuji, menyembahNya dan mensyukuri kebaikan-kebaikan Tuhan bagi diri kita. Jangan sampai kita menyia-nyiakan nafas yang telah Dia anugerahkan kepada kita dengan hal-hal yang menyakiti hatiNya. “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada..” (Kisah Para Rasul 17:28), menyadari itulah kita harus mempergunakan setiap kesempatan yang ada dalam hidup kita, selagi nafas masih ada, untuk terus memuji dan memuliakan Tuhan.

Meskipun kita tidak akan pernah bisa menghembuskan nafas ke dalam segenggam debu tanah untuk menghidupi seorang manusia, tapi nafas yang kita miliki bisa dipakai untuk mengeluarkan kata-kata penghiburan bagi yang sedang susah. Kita bisa menaikkan pujian dan penyembahan, we can use it to run and help others. Jika kita mempergunakan nafas yang kita miliki untuk hal-hal yang demikian, disanalah kita bisa memuliakan Tuhan. Dan dengan cara itulah kita tidak menyia-nyiakan nafas kita selagi masih ada. Seperti apa anda mempergunakan nafas anda saat ini? Jangan sia-siakan lagi nafas selagi masih kita miliki, sebelum pada suatu ketika itu kita sesali.

Selama kita masih bernafas, marilah pergunakan untuk memuji Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: