KECELAKAN pesawat Sukhoi Superjet-100 yang sedang melakukan demo terbang (joy flight) dan diperkirakan menabrak Gunung Salak, Desa Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (9/5/2012) membuat kita semua berduka.

Pesawat yang take-off dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.12 WIB itu dinyatakan “hilang kontak” dengan Air Traffic Control (ATC) saat berada di kawasan Gunung Salak, Rabu (9/5) pukul 14.33 Wib.

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata pesawat buatan Rusia tersebut diperkirakan menabrak tebing curam dan hancur berkeping-keping. Sudah hampir sepuluh hari ini, para petugas penolong dari tim gabungan mengevakuasi korban.

Kita semua belum tahu pasti apa penyebab kecelakaan itu sampai Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkannya.

Pemandu hidup
Hilang kontak dengan pusat pengendali lalu lintas udara atau ATC biasanya menjadi tanda awal adanya sebuah masalah pada pesawat yang kemudian bisa berbuntut dengan celakanya pesawat. Dalam kehidupan iman, kita pun bisa celaka bila “hilang kontak” dengan Yesus.

Yesus adalah pemandu perjalanan hidup kita. Maka jangan sampai kita hilang kontak dengan ‘Sang Pemandu Hidup’ ini. Sudah pasti kita akan tersesat, terperosok bahkan hidup kita bisa hancur bila berjalan sendiri.

Yesus bagi kita lebih dari sekadar pemandu hidup. Tidak seperti menara pemantau yang hanya bisa memandu dari kejauhan, Yesus memandu lewat hati kita masing-masing. Dia menemani setiap detik perjalanan hidup kita dan memastikan kita semua selamat.

Bila kita berada dalam kepanikan, Yesus siap menenangkan hidup kita. Bila dalam kesesakan hidup, Yesus juga siap melegakan hidup kita. Bila jatuh terpuruk, Yesus siaga mengangkat kita. Syaratnya, kita harus selalu mau mengandalkan Yesus. Maukah kita membuka hati untuk setiap saat menerima Yesus, membiarkan Dia bekerja untuk kita.

Maka mari, pastikan diri agar kita selalu “connect” dan tidak “hilang kontak” dengan Yesus. Mari terus bangun relasi dengan Yesus dengan doa setiap hari.

Jangan sampai mengandalkan materi, jabatan, ilmu, kekuasaan, kepintaran kita sendiri untuk menjalani hidup ini. Sehebat apapun, kita tidak ada artinya di hadapan Tuhan. Marilah kita saling mengingatkan untuk selalu mengandalkan Yesus dan menempatkan Yesus sebagai pusat hidup kita. Jangan sampai kita “hilang kontak” dengan Yesus agar kita tidak jatuh.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.