Jangan Pernah Sakiti Perempuan

Perempuan bersepeda di ParisPengantar Redaksi: Melalui BBM, seorang kawan perempuan mengirimkan catatan ringan, namun sangat inspiratif dan menyentuh ini. Siapa penulis awalnya tidak kami ketahui. Karena bagus dan indah, kami bagikan juga untuk para pembaca. Terima kasih. ———————— SERING kali perempuan menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan. Ada sebuah renungan […]

Perempuan bersepeda di Paris

Pengantar Redaksi:

Melalui BBM, seorang kawan perempuan mengirimkan catatan ringan, namun sangat inspiratif dan menyentuh ini. Siapa penulis awalnya tidak kami ketahui. Karena bagus dan indah, kami bagikan juga untuk para pembaca. Terima kasih.

————————

SERING kali perempuan menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai perempuan.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya.

Ia bosan. Sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, ia pun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan, mengapa sih perempuan sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:

“Karena perempuan itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.

KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.

KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.

KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.

KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.

KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.

KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.

KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.

Tapi jika suatu saat ia menangis.

Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”

Pria itu pun tertegun sejenak.

Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya.

“Aku akan membantumu menghapus luka batin itu”.

Kredit foto: Seoang perempuan muda naik sepeda di jalanan Paris. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply