Jangan Hanya Diam

Beggar.......Fin Davern on Tate Bridge.KEMARIN sore setelah misa di stasi, saya kunjungan umat. Ada beberapa umat bercerita betapa senangnya dikunjungi para suster waktu hari Imlek. Para suster berkunjung ke Stasi Penyarang di daerah perbukitan dengan berjalan kaki. Ada seorang umat bercerita, “kalau datang ke Penyarang tidak usah membawa makanan. Kami pasti menyediakan”. Kemudian saya bertanya, seandainya yang datang bukan suster, romo, atau frater, apakah akan tetap dijamu dan disajikan makanan yang berlimpah? Umat tersebut tidak menjawab. Kita seringkali memberi sesuatu karena kita mengenal. Jika kita tidak  mengenal, maka kita tidak memberi. Kalaupun memberi mungkin masih ragu. Sabda Tuhan hari ini,Yesus mengkritik orang yang bertanya bagaimana melayani Allah. Yesus menjelaskan “barangsiapa melakukan sesuatu kepada saudaraKu yang terhina, ia telah melayani Aku”.  Saudara-saudari terkasih, masa pra paskah mengajak kita untuk olah rohani dan berbela rasa bagi saudara kita yang miskin, tersingkir, dan difabel. Dengan pantang dan puasa kita mau menyisihkan rejeki yang kita terima dalam Aksi Puasa Pembangunan. Kita tidak tahu uang kita akan digunakan oleh siapa. Namun, kita telah berbuat sesuatu untuk membantu saudara kita yang tersingkir (terhina). Tuhan Yesus mengajak kita tidak hanya tinggal diam. Olah rohani dan iman kita mengajak kita untuk berbuat sesuatu meski itu kecil. Minimal kita tidak mengkritik para petinggi. Kita sudah berbuat sesuatu karena iman yang hidup. Ada banyak cara untuk melayani Allah, misalkan: kunjungan orang sakit, orang sepuh, menyisihkan rejeki untuk APP,  dan kunjungan ke penjara. Mari di masa rahmat ini, kita tidak hanya diam, tetapi kita berbuat sesuatu meski itu kecil. feel free untuk berbuat sesuatu karena Iman yang hidup. Kredit foto: Ilustrasi (Daily Mail)

Beggar.......Fin Davern on Tate Bridge.

KEMARIN sore setelah misa di stasi, saya kunjungan umat. Ada beberapa umat bercerita betapa senangnya dikunjungi para suster waktu hari Imlek. Para suster berkunjung ke Stasi Penyarang di daerah perbukitan dengan berjalan kaki.
Ada seorang umat bercerita, “kalau datang ke Penyarang tidak usah membawa makanan. Kami pasti menyediakan”. Kemudian saya bertanya, seandainya yang datang bukan suster, romo, atau frater, apakah akan tetap dijamu dan disajikan makanan yang berlimpah? Umat tersebut tidak menjawab.
Kita seringkali memberi sesuatu karena kita mengenal. Jika kita tidak  mengenal, maka kita tidak memberi. Kalaupun memberi mungkin masih ragu. Sabda Tuhan hari ini,Yesus mengkritik orang yang bertanya bagaimana melayani Allah.
Yesus menjelaskan “barangsiapa melakukan sesuatu kepada saudaraKu yang terhina, ia telah melayani Aku”.  Saudara-saudari terkasih, masa pra paskah mengajak kita untuk olah rohani dan berbela rasa bagi saudara kita yang miskin, tersingkir, dan difabel. Dengan pantang dan puasa kita mau menyisihkan rejeki yang kita terima dalam Aksi Puasa Pembangunan. Kita tidak tahu uang kita akan digunakan oleh siapa. Namun, kita telah berbuat sesuatu untuk membantu saudara kita yang tersingkir (terhina).
Tuhan Yesus mengajak kita tidak hanya tinggal diam. Olah rohani dan iman kita mengajak kita untuk berbuat sesuatu meski itu kecil. Minimal kita tidak mengkritik para petinggi. Kita sudah berbuat sesuatu karena iman yang hidup. Ada banyak cara untuk melayani Allah, misalkan: kunjungan orang sakit, orang sepuh, menyisihkan rejeki untuk APP,  dan kunjungan ke penjara.
Mari di masa rahmat ini, kita tidak hanya diam, tetapi kita berbuat sesuatu meski itu kecil.
feel free untuk berbuat sesuatu karena Iman yang hidup.
Kredit foto: Ilustrasi (Daily Mail)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply