Jangan Halangi Anak-Anak untuk Datang Kepada Yesus (2)

(sambungan)Keluguan anak-anak kecil yang polos, jujur dan bisa percaya sepenuhnya ini akan selalu rawan dari serangan si jahat. Iblis dan antek-anteknya tidak akan suka melihat ada anak-anak yang tumbuh menjadi terang, bersinar sejak di usia kecilnya. …

(sambungan)

Keluguan anak-anak kecil yang polos, jujur dan bisa percaya sepenuhnya ini akan selalu rawan dari serangan si jahat. Iblis dan antek-anteknya tidak akan suka melihat ada anak-anak yang tumbuh menjadi terang, bersinar sejak di usia kecilnya. Itulah sebabnya sebagai orang tua kita harus sadar akan pentingnya menanamkan Firman Tuhan dan pengenalan yang baik akan pribadi Allah lewat Yesus. Orang tua harus mampu menjadi sumber bagi mereka untuk mengenal Yesus. Itu bukan hanya tugas guru sekolah minggu saja tetapi para orang tua hendaklah berperan aktif dan nyata untuk membimbing anak-anaknya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk itu, misalnya dengan mengambil cerita-cerita yang mencerminkan kebenaran sebelum mereka tidur, melibatkan mereka dalam membangun mesbah Tuhan dan bersama-sama memuliakan Tuhan, membiasakan mereka rajin berdoa dan sebagainya. Selain itu, apakah kita masih merasa terpaksa untuk mengantarkan mereka untuk mengenal Kristus? Semua ini penting untuk kita pikirkan agar kita tidak menyesal di kemudian hari.

Jika pada saat itu Tuhan Yesus melarang siapapun untuk menghalang-halangi anak-anak itu datang kepadaNya, hari ini pun sama. Bahkan saya yakin seandainya Tuhan Yesus ada bersama kita saat ini, Dia akan menganjurkan itu lebih dari sebelumnya. Dunia tempat kita menetap dan ingkungan sekitar dalam segala aspek kehidupan bisa setiap saat memberi pengaruh negatif dan merusak masa depan mereka.

Anak-anak kecil seharusnya disambut dan bukan dilarang untuk datang kepada Yesus. Lihat apa kata Yesus berikut ini. “Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.” (Markus 9:36-37).

Mungkin kita bukan secara sengaja menghambat atau menghalangi mereka untuk datang kepadaNya, tetapi kita harus waspada agar jangan sampai tanpa sadar kita malah menjadi tersangka utama yang menghalangi anak-anak kita sendiri untuk datang kepada Yesus. Teguran Yesus kepada orang-orang yang berbuat seperti ini sesungguhnya sangatlah keras. “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” (Markus 9:42).

Anak-anak sesungguhnya adalah titipan atau anugerah dari Tuhan yang harus kita pertanggungjawabkan dan urus dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu urusan parenting atau mengasuh/membesarkan/mendidik anak bukanlah hal yang bisa sambil lalu saja atau tidak mendapat prioritas utama dibanding urusan lain seperti mencari uang dan sebagainya. Membekali mereka dengan pendidikan formal tentu baik, tetapi jangan lupa untuk membawa mereka mengenal Yesus sejak masa kecil mereka. Baik lewat kepedulian anda mengantarkan mereka ke sekolah minggu, menerangkan secara langsung di rumah dan yang lebih penting lagi lewat keteladanan anda sendiri yang sesuai dengan kebenaran Firman yang anda tanamkan, semua itu akan sangat menentukan siapa mereka kelak di kemudian hari. Yesus membuka tanganNya lebar-lebar dan menyambut kedatangan anak-anak kecil dengan penuh kasih. Jangan sampai kita yang malah menghalangi dan kemudian harus menerima akibatnya.  Anak-anak kita butuh Yesus, sama seperti kita juga. Dan Yesus mengasihi mereka sama seperti Dia mengasihi kita.

Bawa anak-anak kita kepada Yesus sejak dini agar mereka bisa bertumbuh sesuai kebenaran Firman

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply