Jangan Halangi Anak-Anak untuk Datang Kepada Yesus (1)

Ayat bacaan: Matius 19:14======================”Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”Seorang guru sekolah minggu pada s…

Ayat bacaan: Matius 19:14
======================
“Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Seorang guru sekolah minggu pada suatu hari bercerita tentang beberapa anak didiknya yang belakangan sering tidak hadir. Ketika ditanya, anak-anak yang lugu itu mengatakan bahwa bukan mereka yang malas tetapi ternyata itu karena ayahnya malas ke gereja. “Papa malas bangun pagi karena nonton bola subuh-subuh kak.. jadinya saya juga tidak bisa datang.” Demikian kata salah seorang dari anak-anak itu kepadanya. Bangun pagi di hari libur bisa jadi terasa berat bagi sebagian orang, apalagi yang menghabiskan akhir pekan dengan bergadang karena beberapa alasan, seperti menonton bola misalnya. Kalau sang ayah yang sudah dewasa saja menomorduakan mendapat asupan Firman Tuhan dan beribadah bersama saudara-saudari seiman, apalagi kalau dia harus bangun pagi hanya karena anaknya mau sekolah minggu.

Masalahnya, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak-anak ini pun penting untuk mengenal Yesus sejak usia kecil, terlebih di jaman sekarang dimana pengrusakan moral lewat berbagai media sudah menyentuh anak-anak kecil baik yang terang-terangan maupun yang tidak kasat mata. Tanpa sadar anak-anak kita menjadi target sasaran penyerangan si jahat, dan itu mudah kita pahami karena anak-anak kecil akan jauh lebih mudah dihancurkan, diracun dan diserang ketimbang orang dewasa yang cara berpikirnya sudah lebih baik. Apa jadinya kalau kita lengah, mengira bahwa mereka masih terlalu kecil untuk ‘dicekoki’ Firman Tuhan tapi lantas dari sisi lain membiarkan iblis dan antek-anteknya di dunia meracuni mereka dengan rupa-rupa strategi? Berbagai tayangan dan lagu yang tanpa sadar kita biarkan untuk mereka tonton dan dengar, cara-cara berpikir dunia yang semakin jauh dari kebenaran cepat atau lambat akan membuat anak-anak yang masih polos dan lugu terkontaminasi dengan hal-hal yang berpotensi besar merusak masa depan mereka. Para orang tua, dengarlah, anak-anak anda butuh bimbingan, dan mereka pun perlu untuk dikenalkan kepada Yesus sejak dini.

Bagaimana sebenarnya Tuhan Yesus memandang hal ini? Kita bisa melihat reaksinya saat ada orang-orang yang membawa anak-anak mereka datang kepadaNya untuk diberkati, yaitu dalam Injil Matius pasal 19. Beberapa orang tua yang melihat kehadiran Yesus ingin anak-anak mereka diberkati. Karenanya mereka pun datang menghampiri Yesus. Pada saat itu murid-murid Yesus bukannya mengakomodasikan keinginan para orang tua, mereka justru bertindak bak “bodyguard” dan memarahi para orang tua tersebut. “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.”(Matius 19:13). Lihatlah bagaimana reaksi Yesus akan hal ini. “Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”(ay 14).

Para murid mengira bahwa Yesus itu seperti seorang selebritis yang ingin ketenangan, tidak suka dengan hiruk pikuk dan keonaran yang mungkin muncul dengan hadirnya anak-anak. Saya mendengar ada beberapa gereja yang melarang anak-anak untuk masuk ke dalam ibadah karena dianggap mengganggu konsentrasi jemaatnya. Tapi ternyata Yesus memiliki pandangan berbeda. Bukan saja menyambut, tapi Dia bahkan mengatakan bahwa anak-anak itulah yang sebenarnya empunya Kerajaan Surga. Karenanya mereka tidak boleh dilarang untuk datang menghampiri Yesus.

Apa hal menarik yang bisa dipelajari oleh kita yang sudah dewasa dari anak-anak kecil ini? Mengapa mereka justru mendapat perhatian istimewa dari Yesus? Anak-anak kecil yang masih umumnya polos dan lugu, jujur dan sederhana pikirannya. Mereka belum terkontaminasi dengan logika-logika manusia, setidaknya belum separah kita yang sudah lebih lama hidup di dunia. Anak kecil tidak khawatir apabila mereka ada dekat orang tuanya, mereka akan merasa aman dan percaya penuh pada orang tuanya, dan menuruti orang tuanya tanpa banyak tanya. Yesus mengatakan bahwa seharusnya kita pun seperti itu dalam menyambut Kerajaan Allah. Dia mengingatkan kita untuk belajar dari anak-anak kecil ini. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”(Lukas 18:17).

Kembali kepada Matius pasal 19, sesudah Yesus menegur murid-muridNya, Dia pun meletakkan tangan-Nya di atas kepala anak-anak itu dan memberkati mereka. (Matius 19:15). Yesus mengasihi anak-anak kecil, bahkan memandang mereka secara istimewa, dan mengingatkan kita untuk memandang Kerajaan Allah dengan mata anak kecil, through the eyes of a child. Hidup kita yang sudah dewasa ini sudah terkontaminasi dengan begitu banyak hal, sehingga kita menjadi sulit untuk mengerti kehendak Tuhan dan percaya sepenuhnya pada Tuhan. Terlalu sering kita memaksakan logika-logika kita sendiri, sehingga sadar atau tidak kita justru menutup pintu dari berkat-berkat yang disediakan Tuhan bagi kita bahkan pada akhirnya menutup sendiri pintu keselamatan yang sudah Dia anugerahkan kepada kita.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply