Jaminanku Tokcer: Roh Kudus

roh kudus by updavid“Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Ef 1, 14) BEBERAPA waktu yang lalu ada orang yang menawarkan pengelolaan dana secara fantastis. Orang yang menyimpan satu juta rupiah akan mendapatkan tiga kali lipat dalam satu bulan. Banyak orang percaya terhadap […]

roh kudus by updavid

“Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Ef 1, 14)

BEBERAPA waktu yang lalu ada orang yang menawarkan pengelolaan dana secara fantastis. Orang yang menyimpan satu juta rupiah akan mendapatkan tiga kali lipat dalam satu bulan. Banyak orang percaya terhadap tawaran itu. Sampai-sampai ada yang memindahkan tabungannya kepada tawaran tersebut.

Namun demikian, banyak pula orang yang tidak percaya. Bagaimana mungkin menyerahkan uang begitu saja tanda adanya tanda terima dan tanpa jaminan apa pun.

Kenyataan menunjukkan bahwa gerakan itu akhirnya memang kolaps. Banyak orang tidak mendapatkan kembali dana yang sudah diserahkan.

‘Jaminan’ merupakan sesuatau yang penting dalam tata kelola keuangan. Banyak lembaga keuangan meminta sebuah jaminan bagi orang yang akan berhutang. Penjual barang pun memberi jaminan bahwa produknya memang bermutu. Kalau ada kerusakan bisa dikembalikan.

Pemerintah juga memberi ‘jaminan’ bahwa orang miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan anak-anak tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan pendidikan. Penerima beasiswa S2 harus membuat ‘jaminan’ bahwa studinya bisa selesai dalam empat semester.

‘Jaminan’ diperlukan dalam banyak aktivitas atau kegiatan, baik dalam tata kelola keuangan, perdagangan, serta berbagai pelayanan lain.

Para Romo Paroki juga harus ‘menjamin’ bahwa umatnya mendapatkan pelayanan ibadat secara rutin dan cukup. Yang biasa dipergunakan sebagai ‘jaminan’ biasanya surat-surat berharga, emas dan juga manusia.

Jaminan tidak hanya berwujud materi, pernyataan tertulis di depan notaris, tetapi juga pribadi manusia. Masa depan para murid pun tidak lepas dari ‘jaminan’ seperti itu. Para murid dijamin masuk ke dalam Kerajaan Allah, menerima warisan harta surgawi, mengalami kemuliaan dan kebahagiaan kekal, seperti yang sering kita doakan pada saat peringatan arwah.

Apa jaminannya? Bukan sertifikat, surat berharga, emas atau pimpinan tertinggi Gereja, tetapi Roh Kudus sendiri.

Dia lah yang menjadi jaminan bagi kita. Roh Kudus yang berasal dari Bapa dan telah dicurahkan ke dalam diri para murid. Dialah ‘jaminan’ masa depan kita.

Masalahnya adalah, “Sejauh mana anugerah Roh Kudus itu disadari kehadiran dan peran-Nya oleh para murid?” Jangan-jangan banyak murid lebih sibuk dan fokus pada ‘jaminan’ hidup dan kebutuhan duniawi, yang bisa hilang dan musnah dari pada fokus pada Roh Kudus, sebagai ‘jaminan’ hidup surgawi yang kekal.

Teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Updavid)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply