Jalan Menuju Surga….

surga by HDSenin, 29 September 2014 Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-5 “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” St. Yohanes memberikan kesaksian sederhana namun penuh makna surgawi. Filipus membawa Natanael kepada Yesus. Yesus memberikan komentar sederhana yang mengawali satu dialog […]

surga by HD

Senin, 29 September 2014
Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-5

“Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

St. Yohanes memberikan kesaksian sederhana namun penuh makna surgawi. Filipus membawa Natanael kepada Yesus. Yesus memberikan komentar sederhana yang mengawali satu dialog yang mendalam tentang surga dan relasi surgawi.

Yesus menyatakan kepada Natanael bagaimana Allah memandang hidup kita dari kedalaman hati kita. Ia juga mengundang kita untuk masuk dakam persekutuan mesra denganNya dalam relasi takhta surgawi.

Mari kita perhatikan perkataan Yesus kepada Nathanael, “Sebelum Filipus memanggilmu, Aku sudah melihatmu duduk di bawah pohon ara.” Sebagaimana kita ketahui dengan baik, bagi umat Israel Kuno, pohon ara adalah simbol damai dan berkat dari Allah. Ia memberikan keteduhan dari terik sinar matahari siang dan menjadi tempat segar untuk berkumpul, berdoa dan merenungkan sabda Tuhan.

Para Rabbi Yahudi sering mengumpulkan murid mereka di bawah teduh pohon ara untuk mengajar mereka tentang kebijaksanaan dan Kitab Suci. Mereka mempunyai peribahasa untuk membandingkan pohon ara dengan Sabda Allah dalam Kitab Suci: Yang menanam pohon ara akan makan buahnya.

Itulah sebabnya; saat Yesus berkata kepada Natanael bahwa Ia telah melihatnya duduk du bawah pohon ara, Yesus menawarkan kepadanya anugerah terindah damai dan persahabatan dengan Allah. Bagi Natanael, perkataan Yesus sangat jelas. Ia pun telah menghayati pikiran Allah di bawah pohon ara dan merenungkan janji Allah dalam Kitab Suci yang akan mengutus Mesias yang ajab membebaskan umat dari dosa dan memberikan damai bagi dunia.

Itulah sebabnya, Natanael berkata kepada Yesus, “Guru; Engkau adalah Anak Allah, Raja orang Israel.” Nathanael langsung mengenali Yesus sebagai Mesias. Yesus pun menawarkan kepadanya rahmat terindah dan mengagumkan yakni persahabatan dengan Allah dan akses menuju takhta Allah di surga sebab ia akan melihat surga terbuka dan para makaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar dari Natanael bertumbuh dalam iman kepada Yesus, Putra Allah. Kita menyembah Yesus sebagai Mesias yang mempersatukan surga dan bumi dan membuka jalan bagi kita menuju surga serta nembawa surga ke dunia dalam hidup harian kita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah membuka jalan menuju surga bagi kami. Engkau menyatakan DiriMu kepada kami sebagai daya kekuatan kerajaan surga. Semoga kami selalu menemukan sukacita dalam kehadiranMu dan tidak pernah kehilangan pandangan akan kerajaan Allah dalam Dikau, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Ilustrasi by HD

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply