Jalan Menuju Keselamatan

Ayat bacaan: Roma 3:23
======================
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”

Yesus jalan keselamatan

Semua orang telah berbuat dosa, semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah. Itu berita buruk. Saya membayangkan seandainya saya adalah salah satu jemaat Roma yang membaca surat dari Paulus itu, rasanya saya akan merasa terpukul. Mungkin sebagian besar jemaat Roma telah berusaha melakukan kebaikan, rajin beramal dan sebagainya, namun ternyata semuanya itu belum cukup untuk menyelamatkan, membersihkan diri dari dosa atau mengembalikan kemuliaan Allah ke dalam hidup mereka. Ayat hari ini saya garis bawahi sebagai sebuah dasar yang sangat penting disadari bagi hadirnya pemulihan hidup. Coba kita lihat bagaimana kehidupan anak-anak kecil. Adakah orang tua yang mengajarkan mereka untuk berbohong, mencuri dan sebagainya? Tapi tanpa diajari, kita sering menjumpai anak-anak kecil yang belum mengerti apa-apa ternyata telah berani berbohong atau mencuri sesuatu. Ini membuktikan bahwa ternyata sejak lahir manusia memang telah membawa bibit-bibit dosa. Di sisi lain, kita melihat bahwa begitu banyak orang terus menerus tergoda oleh keinginan daging, sehingga kerap kali terpeleset ke dalam dosa meskipun sudah menerima Yesus sebagai Juru Selamat sekalipun. Wajar jika manusia kehilangan kemuliaan Allah karena antara manusia cenderung untuk tunduk pada keindahan dan kenikmatan akibat kedagingan yang bermuara pada dosa.

Ada kabar buruk kedua: perbuatan baik kita, sebaik apapun, ternyata tidak mampu menjadi kendaraan yang mampu mengantarkan kita menuju keselamatan. Titus 3:5 menggambarkan hal tersebut dengan jelas. Pada Roma 3:27 pun Paulus mengingatkan hal yang sama, bahwa tidaklah ada gunanya bermegah berdasarkan perbuatan. Kekristenan bukanlah mengajarkan bahwa kita boleh berbuat jahat, sebaliknya kita sangat diharuskan untuk selalu berbuat baik tanpa terkecuali dan mendasarkan segala sesuatu dalam kasih, seperti halnya Tuhan mengasihi kita. Namun perbuatan baik saja belumlah cukup.

Kelanjutan ayat bacaan hari ini menjelaskan sebuah konsep keselamatan. “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:24) Ya, penebusan dalam Yesus, itulah yang membebaskan kita, menyelamatkan kita dan memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan, sehingga manusia mampu beroleh kembali kemuliaan Tuhan untuk dinyatakan dalam hidupnya. Semua itu diberikan dengan cuma-cuma karena karya penebusan Kristus. Itu bukti nyata betapa Tuhan mengasihi manusia dan tidak ingin satupun dari kita untuk binasa. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:16-17). Tuhan Yesus menanggung dosa kita di atas kayu salib untuk membebaskan kita dari belenggu dosa, dan kemudian mampu hidup menurut kehendak Tuhan. (1 Petrus 2:24). Allah telah melakukan sebuah langkah luar biasa sehingga kita semua bisa terlepas dari belenggu dosa yang selama ini merintangi hubungan kita dengan-Nya. Selanjutnya giliran kita, apa yang harus kita lakukan? Puji Tuhan jawabannya pun telah disediakan. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10). Kita hanya diminta untuk mengakui dan percaya. Kenyataannya tidaklah mudah untuk mengakui dengan mulut, apalagi percaya. Padahal ini adalah hal penting. Dengar apa kata Yesus: “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.” (Lukas 12:8). Untuk itulah, kita sebagai anak-anak Allah yang telah mengalami sendiri penyertaan Tuhan dengan berbagai berkatNya harus tampil dengan kesaksian-kesaksian kita, dengan pola hidup kita, seperti yang dipesankan Kristus, agar semua lidah mengaku bahwa Yesus lah Tuhan. Anugrah keselamatan sungguh mahal, dan itu semua diberikan cuma-cuma lewat karya penebusan Kristus.

Demikianlah firman Tuhan: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” (Yohanes 3:18). Ini sebuah penekanan penting. Kita hanya bisa dibebaskan dari hukuman, menerima kembali kemuliaan Allah dan menerima keselamatan jika dan hanya jika kita mengaku dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita. Mari kita membuka hati kita untuk menerima Yesus sepenuhnya, sehingga kita tidak harus berakhir sia-sia ke dalam hukuman kekal, melainkan memperoleh kemenangan penuh damai dan sukacita bersama Allah.

Yesus pikul dosa kita di atas kayu salib agar kita diselamatkan adalah anugrah terindah karena Allah mengasihi kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: