Jalan Kaki Yang Indah

1 Juli - RmA 3TERNYATA jalan Kaki itu tak hanya menyehatkan tetapi Indah pula itulah Pengalamanku sore ini saatku berjalan Kaki dari Pastoran Girli Kebon Dalem menuju Plampitan dekat Jl. Gajah Mada di belakang tembok Alfa Omega dijadwalkan pukul 18.30 mulai Misa Suci di rumah seorang Umat yang memule setahun Tantenya telah Pulang ke Rumah Bapa di Sorga maka pukul 17.45 aku berangkat dengan tekad menjadi Berkat bagi umat Dan masyarakat di jalan Kaki yang Indah itu jalan Kaki yang indah kian terasa saatku mulai Menyapa tiap Pribadi yang kujumpai entah kenal pun tak Kenal sekurang-kurangnya kukatakan Permisi nuwun sewu ndherek langkung dengan segenap Cinta dan Mereka selalu menyahut Ramah meski Mereka tahu bahwa aku seorang Pastor karenaku mengenakan Jubah seorang Pengendara sepeda motor menyapa pertama dari balik helmnya : mau ke mana Romo + Plampitan : kok hanya jalan Kaki + ya biar Indah lalu sebuah mobil dari lawan arah melaju pelan seorang Bapak menyetir : Berkah Dalem Romo + Berkah Dalem dan mobil Berhenti lalu kami Bersalaman dan anakAnak di dalamnya berseru pula : Berkah Dalem Romo + Berkah Dalem beberapa Langkah kemudian setelah itu seekor anjing berlari ke arahku dan menggonggong (dia menyapaku dengan caranya) – biarlah anjing menggonggong, khafilah (juga romo) tetap belalu – dan seorang Ibu menghalau anjing itu lalu menyapaku pula : oh Romo ta mau ke mana Romo + Plampitan Bu : Shaloom + Shaloom ternyata Beliau adalah Ibu Tatik peserta Kongres Persaudaraan Sejati di Muntilan Oktober tahun lalu dan hadir pula dalam Buka Bersama di Pastoran Girli Kebon Dalem hari Selasa yang lalu ya Ibu Tatik dari Gereja Kristen maka menyapaku : Shaloom dan kujawab pula Shaloom beberapa Langkah kemudian seorang bapak muda dengan sepeda motornya dan anak Kecil bersamanya menyapaku Ramah pula : mau ke mana Romo + Plampitan dan ini yang Terindah sungguh Aduhai! dia Anak Kecil itu menyapaku dengan memberiku “kiss-bye” Mesra : Mwuaaachh…. maka kujawab Pula dengan gaya yang sama sepertiNya juga Mesra dan tulus Ikhlas + Mwuaaachh…. dengan gerakan jemari yang menempel dari bibirku ke arahNya seperti Dia lebih dahulu melakukannya untukku dan kudekatilah Dia seraya bertanya + namanya Siapa : Velen Romo – sahutnya Manja, amat… lalu kuberikan Berkat di dahinya : ini adiknya Jordi Romo – bapak muda itu adalah Enciknya – + ooooOh ya sungguhSungguh indah dan yang terakhir itu menjadi yang Terdahulu sebagai yang Terindah kuterus melangkah di jalan Kaki yang Indah hingga tiba di Rumah tempat umat akan Memule anggota keluarganya yang setahun lalu Pulang ke Rumah Bapa di Sorga dan diamDiam kurindu pula bahwa jalan Kaki yang Indah itu menjadi Jalanku menuju Surga pula pada Saatnya kelak bila Sang Kehidupan menjemputku entah Kapan entah Kapan Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

1 Juli - RmA 3

TERNYATA jalan Kaki itu tak hanya menyehatkan
tetapi Indah pula

itulah Pengalamanku sore ini
saatku berjalan Kaki
dari Pastoran Girli Kebon Dalem
menuju Plampitan dekat Jl. Gajah Mada
di belakang tembok Alfa Omega

dijadwalkan pukul 18.30
mulai Misa Suci
di rumah seorang Umat
yang memule setahun Tantenya
telah Pulang ke Rumah Bapa di Sorga

maka pukul 17.45 aku berangkat
dengan tekad menjadi Berkat
bagi umat Dan masyarakat
di jalan Kaki yang Indah itu

jalan Kaki yang indah kian terasa
saatku mulai Menyapa
tiap Pribadi yang kujumpai
entah kenal pun tak Kenal
sekurang-kurangnya kukatakan Permisi
nuwun sewu ndherek langkung
dengan segenap Cinta
dan Mereka selalu menyahut Ramah
meski Mereka tahu
bahwa aku seorang Pastor
karenaku mengenakan Jubah

seorang Pengendara sepeda motor
menyapa pertama dari balik helmnya
: mau ke mana Romo
+ Plampitan
: kok hanya jalan Kaki
+ ya biar Indah

lalu sebuah mobil dari lawan arah
melaju pelan seorang Bapak menyetir
: Berkah Dalem Romo
+ Berkah Dalem
dan mobil Berhenti
lalu kami Bersalaman
dan anakAnak di dalamnya
berseru pula
: Berkah Dalem Romo
+ Berkah Dalem

beberapa Langkah kemudian
setelah itu
seekor anjing berlari ke arahku
dan menggonggong
(dia menyapaku dengan caranya)
– biarlah anjing menggonggong,
khafilah (juga romo) tetap belalu –

dan seorang Ibu menghalau anjing itu
lalu menyapaku pula
: oh Romo ta mau ke mana Romo
+ Plampitan Bu
: Shaloom
+ Shaloom
ternyata Beliau adalah Ibu Tatik
peserta Kongres Persaudaraan Sejati
di Muntilan Oktober tahun lalu
dan hadir pula dalam Buka Bersama
di Pastoran Girli Kebon Dalem
hari Selasa yang lalu
ya Ibu Tatik dari Gereja Kristen
maka menyapaku
: Shaloom
dan kujawab pula Shaloom

beberapa Langkah kemudian
seorang bapak muda
dengan sepeda motornya
dan anak Kecil bersamanya
menyapaku Ramah pula
: mau ke mana Romo
+ Plampitan

dan ini yang Terindah
sungguh Aduhai!
dia Anak Kecil itu menyapaku
dengan memberiku “kiss-bye” Mesra
: Mwuaaachh….

maka kujawab Pula dengan gaya yang sama sepertiNya
juga Mesra dan tulus Ikhlas
+ Mwuaaachh….
dengan gerakan jemari
yang menempel dari bibirku ke arahNya
seperti Dia lebih dahulu melakukannya
untukku

dan kudekatilah Dia seraya bertanya
+ namanya Siapa
: Velen Romo – sahutnya Manja, amat…
lalu kuberikan Berkat di dahinya
: ini adiknya Jordi Romo
– bapak muda itu adalah Enciknya –
+ ooooOh ya

sungguhSungguh indah
dan yang terakhir itu
menjadi yang Terdahulu
sebagai yang Terindah

kuterus melangkah
di jalan Kaki yang Indah
hingga tiba di Rumah tempat umat
akan Memule anggota keluarganya
yang setahun lalu Pulang ke Rumah Bapa
di Sorga

dan diamDiam kurindu pula
bahwa jalan Kaki yang Indah itu
menjadi Jalanku menuju Surga pula
pada Saatnya kelak
bila Sang Kehidupan
menjemputku
entah Kapan
entah Kapan

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply