Jaga Tulisanmu

alfabeth“Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.” (1 Yoh 2, 14) PONAKAKU beberapa kali bbm-an. […]

alfabeth

“Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.” (1 Yoh 2, 14)

PONAKAKU beberapa kali bbm-an. Isinya cuma rentetan huruf-huruf, tanpa ada artinya. Ponakanku sedang belajar menulis, seperti juga dialami oleh anak-anak yang lain.

Sejak awal anak-anak memang telah dilatih ketrampilan untuk menulis dan juga membaca. Anak-anak dilatih menulis kata-kata sederhana sampai akhirnya bisa menulis sebuah kalimat, lengkap dengan subyek, predikat dan obyeknya.

Tulisan tidak hanya sekedar susunan atau jejeran huruf-huruf saja. Tulisan juga berisi sesuatu yang bermakna, entah informasi, pesan atau hal yang lain. Seseorang menuliskan banyak yang telah mereka dengar, lihat dan saksikan; juga hal-hal yang sedang dipikirkan, dirasakan dan yang hendak dilakukan; juga hal-hal yang telah terjadi di masa lalu, sebagai kenangan dan refleksi.

Tulisan tidak hanya berisi tentang hal-hal yang terjadi di alam sekitar. Tulisan juga mengungkapkan banyak hal yang ada di dalam diri penulisnya. Bahkan seseorang dikenal oleh orang lain melalui tulisan tangannya.

Ketika di medsos muncul tulisan, “Semoga pesawatnya tidak ditemukan kalo perlu hancur sekalian biar keluarga pendeta tersebut mati dan mengurangi populasi agama kristen di dunia”, banyak orang mencari tahu tentang penulisnya.

Siapa sebetulnya penulis itu? Tulisannya mengungkapkan kebencian terhadap orang yang berbeda agama. Mungkinkah kebencian juga ada dan menguasai dirinya?

Yohanes juga menulis untuk anak-anak, orang muda dan bapa-bapa. Tulisan yang meneguhkan iman para murid dan bukan tulisan yang menebar kebencian dalam kehidupan bersama.

Teman-teman selamat pagi dan selamat menyongsong akhir tahun. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply