Jadilah Orang Ramah

ramah by dreamtime“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Ef 4, 32) “SELAMAT pagi bapak. Ada yang bisa dibantu?” Begitulah sapaan mbak-mbak dan mas-mas yang ada di bagian teller bank atau di customer service lemba pelayanan lain. Hal yang sama juga terjadi […]

ramah by dreamtime

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Ef 4, 32)

“SELAMAT pagi bapak. Ada yang bisa dibantu?” Begitulah sapaan mbak-mbak dan mas-mas yang ada di bagian teller bank atau di customer service lemba pelayanan lain. Hal yang sama juga terjadi pada saat masuk atau keluar pesawat. Para pramugari-pramugara juga memberi sapaan kepada penumpang dengan tersenyum dan sikap hormat.

Keramahan yang sama juga nampak dalam diri para ‘pagar ayu dan pagar bagus’ dalam suatu acara resepsi pernikahan; atau juga nampak dalam diri para ‘among tamu’ acara-acara tertentu. Mereka menerima tamu dengan senyuman, mempersilahkan mengisi buku tamu, memberikan souvenir, menunjukkan tempat acara.

Keramahan bisa ditemukan di banyak tempat. Keramahan nampak dalam diri banyak orang. Keramahan bisa menjadi ciri khas sebuah bangsa. Keramahan itu nampak dalam tutur bahasanya yang baik, sikap dan perilakunya yang santun. Betapa menyenangkan, saat kita berjumpa dan bergaul dengan pribadi yang ramah dan bersahabat.

St. Paulus mengajak para murid untuk bersikap ramah seorang terhadap yang lain. Ramah kepada sesama dan siapa saja yang kita jumpai dan hidup bersama. Ramah tidak hanya dilakukan terhadap konsumen, tidak hanya dilakukan di tempat kerja, tidak hanya dilakukan di dalam sebuah resepsi atau acara tertentu.

Ramah diharapkan menjadi sikap hidup para murid. Keramahan diharapkan menjadi habitus atau pola-pola perilaku yang tetap dari seorang murid. Keramahan akan menjadi pola hidup sejauh para murid mampu menghargai sesama dengan segala keunikannya dan kekhasannya; berinisiatif untuk tersenyum, menyapa terlebih dahulu; tidak merasa gengsi atau ‘jaim’ dalam pergaulan; tidak putus asa, sekalipun senyum, salam dan sapaannya dicuekin.

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (dreamtime)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply