Jadikan Harta Dunia Sarana Masuk Surga melalui Kemurahan Hati dan Belarasa

surga by ElieastonSelasa 19 Agustus 2014. Hari Biasa Pekan XX Yehezkiel 28:1-10; Ul 32:26–28.30.35cd-36ab; Matius 19:23-30 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Matius 19:26). Manusia di dunia ini haus harta dan ingin kaya secara materi. Siapa yang tidak membutuhkan uang dan harta? Apakah sungguh tidak suka […]

surga by Elieaston

Selasa 19 Agustus 2014. Hari Biasa Pekan XX
Yehezkiel 28:1-10; Ul 32:26–28.30.35cd-36ab; Matius 19:23-30

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Matius 19:26).

Manusia di dunia ini haus harta dan ingin kaya secara materi. Siapa yang tidak membutuhkan uang dan harta? Apakah sungguh tidak suka dengan harta kekayaan? Apakah Yesus membenci orang kaya?

Pastinya, Yesus tidak akan pernah membenci siapapun, termasuk orang kaya. Yesus juga pasti tidak membenci harta kekayaaan. Lalu apa maksudnya bahwa Yesus bersabda, “Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ayat 23-24)?

Yesus mau mengingatkan para murid-Nya dan kita bahwa hidup kita tidak boleh terikat oleh harta kekayaan material duniawi. Nasib orang kaya yang dijerat harta hingga tak berdaya tampak dalam diri orang muda yang kaya raya dan ingin masuk ke dalam hidup kekal (Matius 19:16-22). Ia orang yang baik dan taat hukum.

Namun saat Yesus menantangnya bahwa masih ada yang kurang, yakni: jual harta milikmu, berikan kepada orang miskin… Ternyata dia pergi dengan sedih tanpa daya bahkan tanpa kata karena banyaklah harta yang ada padanya.

Uang dan harta kekayaan mengubah semangat untuk masuk ke dalam hidup kekal di surga yang sudah di depan mata. Ia pergi dari Yesus dengan hati sedih saat Yesus meminta agar dia menjual seluruh harta miliknya dan memberikannya kepada orang miskin.

Sikap lekat pada harta dunia jadi penghalang masuk hidup abadi surgawi. Dalam konteks inilah Yesus mengatakan, “Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah!”

Yesus tidak membenci orang kaya. Yesus tidak pula sedang menolak harta dunia. Yesus mengajak kita bersikap arif dan bijaksana, jangan sampai hidup kita dijerat harta dunia. Kehidupan surgawi tidak bisa dibeli dengan uang! Memang tanpa uang segalanya bisa tidak menentu. Tapi uang bukan penentu segalanya, apalagi surga.

Mari kita taat kepada Yesus maka kita akan selamat. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk taat kepada Yesus. Tidak sibuk cari harta dunia, tapi rela berserah utuh kepada-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah aku taat kepada-Mu. Hanya Engkaulah harta kekayaan surgawiku. Jangan biarkan aku terjerat harta dunia. Semoga aku bisa menggunakan harta dunia sebagai jalan menuju surga melalui kemurahan hati dan belarasa kepada kaum papa. Terpujilah Engkau kini dan selama-lamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

Kredit foto: Ilustrasi tentang apa itu pintu surga (Courtesy of Elieaston)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply