J. Kristiadi: Sekarang Waktunya Bangun Indonesia Lebih Baik Lagi

J. Kristiadi by Antara NewsSEMALAM, Kamis 21 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menjatuhkan putusannya: melegalkan kemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pilpres bulan Juli 2014 lalu sekaligus mematahkan gugatan kubu Koalisi Merah Putih yang disponsori pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa bersama para parpol pendukungnya. Bagi kita kebanyakan, keputusan MK itu final, mengikat dan semua pihak diminta ‘taat asas’ dan ‘taat […]

J. Kristiadi by Antara News

SEMALAM, Kamis 21 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menjatuhkan putusannya: melegalkan kemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pilpres bulan Juli 2014 lalu sekaligus mematahkan gugatan kubu Koalisi Merah Putih yang disponsori pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa bersama para parpol pendukungnya.

Bagi kita kebanyakan, keputusan MK itu final, mengikat dan semua pihak diminta ‘taat asas’ dan ‘taat hukum’ mengikuti sistem aturan yang ada. Dengan demikian, kemenangan Jokowi yang sudah dipatok oleh KPU kini semakin kokoh dengan keputusan MK yang juga melegalkan kemenangan presiden pilihan rakyat ini.

Ke depan mau apa?

Menjawab pertanyaan Sesawi.Net, pengamat politik senior dari CSIS J. Kristiadi menjawab tegas dan jelas.

“Sekarang ini, bangsa Indonesia harus tekun merawat tatanan kekuasaan yang telah nyata mempraktikkan diri bagaimana seharusnya memuliakan kedautalan rakyat,” katanya.

Bangsa Indonesia, kata J. Kristiadi ini, “Telah menunjukkan prestasinya yakni berhasil mengelola konflik dan kompetisi politik yang sangat keras. Yang menarik tentu saja, bagaimana bangsa Indonesia ini menjadikan mesin demokrasi dan tatanan hukum sebagai instrumennya dalam sistem tata kelola persaingan politik menuju kepemimpinan nasional itu,” tandasnya.

Kita semua sudah sama-sama menyadari, katanya lagi, “Bangsa Indonesia ini adalah masyarakat yang begitu heterogen. Sentimen-sentimen primordial sering kali dijadikan alat kekuasaan. Tapi dalam proses politik di pemilu kemarin, cara-cara itu kini tidak mempan karena sekarang ini sudah terjadi rajutan semangat kebangsaan yang sudah sedemikian kompleks dengan modal sosial yang begitu besar pula.”

Lalu ke depan harus apa?

Menurut J. Kristiadi, “Bangsa Indonesia harus segera mendorong para penguasa politik untuk segera mampu mengurai mengurai kekusutan struktur kekuasaan yang hingga kini masih diciderai dengan praktik-praktik busuk: politik uang. Caranya dengan meniadakan –dan kalau mungkin juga mengurangi dominasi politik uang—dalam proses rekrutmen jabatan publik”.

Kredit foto: J. Kristiadi, pengamat politik senior dari CSIS (Courtesy of Antara News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply