Itik Buruk Rupa

Ayat Bacaan: 1 Samuel 16:7
====================

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Ingat kisah sang itik buruk rupa? apakah anda pernah menjumpai orang yang merasa diri seperti itu disekitar anda? ataukah anda sendiri sering merasa senasib? Berapa sering kita melihat orang berkeluh kesah mengenai keberadaan fisik dan rupanya? Rasanya jarang kita menjumpai orang yang dengan pe-denya berkata, “lihat aku begitu cantiknya/gantengnya, tidak ada lagi yang lebih daripadaku..” tapi yang sering kita dengar, “kenapa saya tidak secantik dia..?” malah kadang bawa2 Tuhan.. “ya Tuhan, kenapa kau ciptakan hambaMu ini begini buruk rupa..” (ini pernah saya dengar disalah satu sinetron televisi). Benarkah Tuhan begitu tidak adil, menciptakan sebagian orang dengan kesempurnaan dan keindahan, tapi dilain pihak ada orang-orang yang “sial” tidak mendapatkan itu semua? apakah itu harus dianggap sebagai takdir, sesuatu yang harus ditangisi seumur hidup kita? kalau memang Tuhan tidak adil, haruskah kita menyembah Dia? ini pertanyaan2 klasik yang mungkin sering timbul di benak orang.

Teman, ingat, Tuhan tidak memandang manusia dari paras atau penampilan. Terserah, anda mau dipoles lapis emas sekalipun, operasi plastik ribuan kali dan tidak pernah cukup, itu semua tidak ada nilainya dihadapan Allah. Seorang nabi yang dipilih Tuhan tidak pernah didasari oleh kegantengannya. Siapapun kita, sempurna atau cacat, cantik atau jelek, tetap berharga sama dihadapan Allah. Itu artinya, berkat yang turun atas anak2Nya akan sama besarnya, selama kita tetap dekat dengan Nya. Lagipula, apa yang jadi standar sebuah kecantikan? bintang film kah? artis kah? model kah? Jika kita mendasari segala sesuatu dengan ukuran keduniawian, semua itu sifatnya sementara, dan tidak akan ada kata final. Tapi ingatlah, Tuhan melihat dan menguji hati. Keindahan dan kecantikan hati yang terus memuji dan memuliakan Tuhan, tetap mengasihi Tuhan dan sesama, itulah kecantikan yang utama. Dari segi duniawi gimana dong? nah, ini yang biasa dikenal dgn inner beauty.. artinya, keindahan hati itu bisa juga memancar keluar, sehingga orang senang berada didekat anda, tanpa memperhitungkan kondisi fisik sama sekali.

Bahkan ketika Yesus lahir ke dunia, tidak ada satu ayatpun yang menyatakan betapa super gantengnya Yesus Kristus. Coba kita telaah ayat mengenai ini pada Yes 53:2 tentang nubuat nabi Yesaya tentang kedatangan Kristus. Menarik, disana justru dikatakan: “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.” Menarik bukan? Tapi lihatlah, bagaimana kehadiranNya yang cuma sebentar, dan segala mukjizat2 dan pekerjaan yang dilakukan Yesus disaat sesingkat itu, bisa memberikan dampak yang sangat besar hingga kini.

Jadi, janganlah kita terlalu fokus pada penampilan kita dari luar, dan lupa akan kasih Tuhan dalam hidup kita dalam banyak hal lain. Daripada kita sibuk bertanya “kenapa saya tidak secantik orang lain..” lebih baik kita bertanya: “bagaimana saya dapat mempercantik diri saya dari dalam lebih lagi, dan lebih dekat lagi dengan Tuhan?” Jika anda dapat mewujudkan itu, percayalah, anda akan tampil luar biasa dan mempesona bagi siapapun.

Berkacalah pada kaca hati, bukan kaca cermin

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment