Investasi Ala Kerajaan Surga (1)

Ayat bacaan: Matius 6:19-20
================
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

Investasi dianggap merupakan sebuah hal yang bisa menjamin masa depan seseorang. Ini berhubungan dengan akumulasi dari suatu bentuk penanaman modal dengan harapan untuk mendapat keuntungan berlipat seiring waktu. Cara orang berinvestasi bermacam-macam. Ada jangka pendek, ada jangka panjang. Bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu menabung, deposito, ada yang memilih pasar uang, saham, berinvestasi dalam bentuk-bentuk fisik seperti emas dan/atau jenis-jenis batu permata, menanamkan modal untuk membangun usaha, investasi tanah/rumah maupun lewat berbagai bentuk asuransi. Itulah beberapa contoh investasi yang dianggap cukup kuat untuk membangun pertahanan di dunia, terutama dari segi finansial atau ekonomi. Yang biasanya menjadi pilihan dalam melakukan investasi adalah kesiapan modal dihubungkan dengan pilihan yang paling menguntungkan dan tentu saja minim resiko. Investasi-investasi yang sudah melalui pemikiran dan perencanaan matang, disesuaikan dengan kemampuan alias tidak mengorbankan sesuatu yang berharga atau hal-hal yang bersifat gambling, tidak melanggar ketetapan Tuhan dan terlebih sudah didoakan terlebih dahulu tentu baik untuk menjadi proteksi masa depan kita dan keluarga. Tapi ingatlah bahwa meski baik, semua itu hanya akan berlaku di dunia dan tidak akan pernah menjadi sebuah investasi yang bisa menjamin kehidupan kekal di rumah Bapa nanti.

Saya tidak menyatakan bahwa berinvestasi itu salah. Saya tidak anti investasi, anti menabung dan anti berusaha. Tapi ingatlah bahwa jika tidak hati-hati maka kita bisa terjebak pada sebuah pusaran yang bersumbu pada uang. Kita bisa tertipu oleh jebakan dunia bahwa kebahagiaan itu tergantung dari jumlah uang atau harta yang ada pada kita. Pada kenyataannya ada begitu banyak orang yang meletakkan harga diri/pride nya pada harta. Mereka terus berpacu siang malam untuk mendapatkan lebih dan lebih banyak lagi. Mereka tidak takut berjudi atas keputusan-keputusan dan tidak ragu mengorbankan sesuatu yang sebenarnya tidak layak untuk dikorbankan.

Pemikiran seperti ini sesungguhnya bertolak belakang dengan prinsip Kerajaan Allah. Yesus sendirilah yang mengingatkan secara langsung bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk diinvestasikan. Menabung, menanam modal dan sebagainya itu baik, tetapi ternyata itu bukanlah yang terpenting. Sehebat-hebatnya kita mencadangkan harta, atau bahkan menimbun harta sebanyak-banyaknya, semua itu bisa lenyap pada suatu ketika. Bukankah mudah bagi harta kita untuk hilang, berapapun jumlahnya? Satu kali bumi digoncangkan, semua itu bisa musnah dalam sekejap mata. Jika ada yang berpikir bahwa kekuatan dan kehebatannya lah yang menentukan perolehan harta, sedikit masalah dalam kesehatan fisik, mental maupun spiritual bisa membuat anda langsung drop dan kehilangan power alias shut down. Dan yang lebih ironis lagi, sebanyak apapun anda menyedot uang untuk masuk ke dalam pundi-pundi anda, semua itu tidak akan berguna untuk bekal kehidupan selanjutnya jika tidak dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang tepat seperti tujuan Allah memberkati anda. No matter what, all can be gone in just a second. Jika demikian, adakah sebuah bentuk investasi yang benar-benar aman, yang mampu membawa anda hidup bahagia di dunia sekaligus menjamin kebahagiaan pada fase yang kekal nanti?

Jawabannya ada. Mari kita lihat apa kata Yesus berikut ini. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19-20). Ini sebuah seruan penting yang seringkali menjadi sumber kekeliruan kita dalam memandang prioritas dalam hidup. Daripada sibuk mengumpulkan harta di bumi tanpa kepastian dan selalu beresiko, mengapa tidak mengumpulkan harta di tempat yang paling aman, yang akan mampu menjamin kelangsungan dan kelanjutan hidup anda kelak, yaitu di surga? Itulah satu-satunya tempat yang teraman, dan itulah yang akan lebih bermanfaat terutama karena kekal sifatnya karena tidak akan pernah bisa dicuri atau dirusak oleh apapun atau siapapun. Tidak ada ngengat dan karat yang bisa merusaknya, dan tidak ada pencuri yang bisa membongkar atau mencurinya.

Lantas bagaimana kita mengumpulkan harta di surga? Ingatlah bahwa mengumpulkan harta di surga tidak sama dengan di dunia. Jika di dunia kita menimbun dan terus menimbun, atau selalu menerima dan terus menerima, maka untuk mengumpulkan harta di surga yang berlaku justru sebaliknya, yaitu dengan memberi atau menabur. Apakah itu lewat persepuluhan (Maleakhi 3:10-12), memberi kepada kaum yang tidak mampu yang dianggap Tuhan memiutangiNya (Amsal 19:17) dan melakukan sesuatu untuk Tuhan alias doing a favor to God (Matius 25:40), atau menanam investasi dengan harta yang kita miliki terlebih juga hidup kita sendiri untuk mewartakan firman (Markus 10:29-30), semua ini berbicara mengenai kerinduan untuk memberi. Dan itulah yang akan membuat kita terus mengumpulkan harta di surga. Artinya, jika dihubungkan dengan tempat tinggal di rumah Bapa dalam Yohanes 14:1-4 seperti yang kita bahas dalam dua renungan terdahulu, maka bisa diibaratkan setiap kali anda melakukan hal-hal diatas, itu sama seperti menambah satu batu pada tempat tinggal anda disana. Terus dan terus bangun sampai pada akhirnya bangunan itu jadi dan siap anda tempati setelah anda menyelesaikan fase dunia yang sementara ini.

Mengumpulkan harta di surga tidak hanya berbicara mengenai jaminan tempat pada kehidupan kekal. Perhatikan kembali ayat-ayat di atas, kita bisa melihat bahwa setiap kita mengumpulkan harta di surga, maka dengan sendirinya kebutuhan kita di dunia pun dijamin Tuhan secara langsung. Artinya dengan mengumpulkan harta di surga kehidupan kita saat ini pun akan berada dalam pemeliharaan Tuhan. Itu bisa kita nikmati sejak sekarang, dan sanggup membawa kita untuk masuk ke dalam kehidupan kekal kelak. Tidakkah itu merupakan investasi yang jauh lebih penting dan berguna?

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Cara menabung di sorga menurut alkitab
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: