Integritas: Setia, Benar, Jujur

Ayat bacaan: Mazmur 15:1,5
===================
“Mazmur Daud. TUHAN, siapa boleh menumpang di Kemah-Mu dan tinggal di bukit-Mu yang suci…Orang yang berbuat demikian, akan selalu tentram.” (BIS)

integritas, setia, benar, jujur

Mencari orang yang punya integritas saat ini sama sulitnya dengan mencari jarum di balik tumpukan jerami. Jangankan mencari orangnya, kata ini pun semakin lama sudah semakin jarang digunakan. Katanya simpel saja, tetapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah luas sehingga tidak mudah untuk bisa tampil menjadi orang dengan integritas tinggi. Dalam sebuah kamus kata integritas dijabarkan sebagai keterpaduan antara kesempurnaan dan ketulusan. Sementara ada defisi lain yang mendefenisikan integritas sebagai sebuah tindakan yang konsisten dengan mengamalkan nilai-nilai kebenaran, meski tengah berada dalam kondisi sulit sekalipun untuk melakukannya. Konsistensi antara perkataan dan perbuatan, antara yang diajarkan dengan tindakan. Itu pun bentuk dari sebuah integritas. Orang dengan integritas inilah yang akan tampil sebagai pribadi yang tepat seperti yang diharapkan, bahkan dalam sebuah artikel ada yang mengatakan bahwa orang yang berintegritas adalah orang yang penuh dengan kemuliaan.

Seperti apa bentuknya orang yang punya integritas ini? Ada sebuah ayat yang sangat menarik dalam kitab 1 Raja Raja menggambarkan pribadi yang berintegritas yaitu lewat sosok Daud. “Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.” (1 Raja Raja 3:6).Ada tiga hal disana yang menunjukkan elemen integritas, yaitu setia, benar dan jujur. Lalu perhatikanlah, bahwa orang yang menghidupi ketiga elemen penting ini akan mendapatkan kasih setia Tuhan yang besar, dan itu dikatakan pula sebagai sebuah jaminan dari Tuhan.

Siapa yang disebutkan punya integritas itu? Daud. Pertanyaannya, adakah perkataan Daud sendiri mengenai sebuah integritas, sesuatu yang ternyata ia lakukan dalam hidupnya? Jawabannya ada. Mari kita lihat pandangan Daud akan pentingnya sebuah integritas, sebuah kebenaran yang ia dapatkan sehingga ia bisa teguh mengamalkan elemen-elemen integritas ini dalam hidupnya. Semua itu terangkum dalam Mazmur 15 yang isinya sangat pendek, cuma 15 ayat tetapi apa yang terkandung di dalamnya sesungguhnya bernilai sangat tinggi. Agar lebih jelas, mari kita lihat bunyinya menurut versi Bahasa Indonesia Sehari-hari.

“Mazmur Daud. TUHAN, siapa boleh menumpang di Kemah-Mu dan tinggal di bukit-Mu yang suci. Orang yang hidup tanpa cela dan melakukan yang baik, dan dengan jujur mengatakan yang benar; yang tidak memfitnah sesamanya, tidak berbuat jahat terhadap kawan, dan tidak menjelekkan nama tetangganya; yang menganggap rendah orang yang ditolak Allah, tetapi menghormati orang yang takwa; yang menepati janji, biarpun rugi dan meminjamkan uang tanpa bunga; yang tak mau menerima uang suap untuk merugikan orang yang tak bersalah. Orang yang berbuat demikian, akan selalu tentram.” (Mazmur 15:1-5 BIS).

Itulah bunyinya secara lengkap. Perhatikanlah nilai-nilai yang terkandung disana. Dalam pasal ini kita bisa melihat hasil perenungan Daud mengenai orang dengan pribadi seperti apa yang bisa tinggal dalam kemahNya dan dibukitNya yang suci. Dalam Bahasa Inggrisnya dikatakan: “LORD, WHO shall dwell [temporarily] in Your tabernacle? Who shall dwell [permanently] on Your holy hill?” (ay 1). Selanjutnya lihat Daud menjabarkan ciri-cirinya satu persatu, yaitu orang yang:
– hidup tanpa cela
– melakukan yang baik
– jujur yang berkata benar
– tidak memfitnah sesamanya
– tidak berbuat jahat
– tidak menjelekkan orang lain
– tidak ikut-ikutan berbuat seperti orang yang ditolak Allah melainkan menghormati orang yang takut akan Tuhan atau taat
– orang yang menepati janji sekalipun harus merugi karenanya
– yang tidak mengharapkan bunga kalau meminjamkan
– yang tidak menerima suap

Secara singkat semua poin ini akan menuju kepada tiga hal seperti yang digambarkan Salomo di atas, yaitu: kesetiaan, kebenaran dan kejujuran. Daud jelas mengerti kriteria orang yang akan berhak berdiam (dwell) dalam Kerajaan Allah yang kudus, karena itulah ia pun menghidupi nilai-nilai yang terkandung dalam integritas itu seperti apa yang telah ia ketahui. Tidak heran apabila kemudian Salomo yang penuh hikmat menyebutkan nilai-nilai yang dihidupi ayahnya. Inilah bentuk sebuah integritas, sebuah bentuk kehidupan yang berkenan di mata Tuhan.

Satu saja dari nilai-nilai itu tidak kita lakukan maka integritas pun hilang dari diri kita. Sekedar mengetahui saja tidak cukup, hanya mengatakan saya tidak cukup, kita harus pula menyelaraskannya dengan perbuatan nyata dalam hidup kita. Jika melihat kompleksitas dari poin-poin di atas dan implikasinya yang bisa menjadi jauh lebih luas lagi, mungkin saja semua itu menjadi terlihat tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi sosok seperti inilah yang sesungguhnya diinginkan Tuhan untuk mewarnai kehidupan kita, orang-orang percaya. Untuk membangun pribadi yang berintegritas dan berkualitas maka Mazmur 15 ini penting untuk kita renungkan dan kemudian terapkan dalam hidup. Kita bisa terus berkata tidak mungkin, tetapi sebaliknya kita pun bisa mulai memasang komitmen untuk menghidupinya mulai dari sekarang. Sebagai warga Kerajaan kita harus mampu pula hidup dengan nilai-nilai Kerajaan. Orang yang berintegritas tinggi semakin lama semakin langka. Siapkah anda tampil beda di dunia ini dengan menjadi sosok berintegritas yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kerajaan Allah?

Setia, benar dan jujur harus menjadi bagian hidup kita sebagai orang-orang berintegritas yang berkenan di mata Tuhan
– 
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply