Integritas Dan Kerendahan Hati

YESUS memuji ahli Taurat dan orang Farisi yang sungguh mengusai hukum Taurat. Namun Ia mengencam kemunafikan dan arogansi yang ditunjukkan mereka.

Kecaman Yesus juga ditujukan kepada kita semua. Banyak orang Kristiani yang cara hidupnya bertolak belakang dengan apa yang mereka imani. Pengampunan, kasih tanpa syarat, kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, hanya sekedar teori indah belaka yang tidak pernah dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

Lewat bacaan hari ini, kita diundang untuk melakukan introspeksi diri. Ambil waktu sejenak untuk merenungkan kembali bagaimana sikap kita di dalam keluarga, lingkungan, komunitas, paroki dan di tengah masyarakat:

Apakah demi pencitraan diri kita cenderung mengobral janji indah tanpa ada intensi untuk merealisasikannya?Apakah kita lebih senang dilayani daripada melayani?Apakah pelayanan kita didasari oleh motivasi tersembunyi?Apakah kita kerap menerapkan standar ganda dalam menjalani hidup ini? Menjadi orang saleh di lingkungan gereja tapi kejam di rumah dan kantor?

Mari ubah sikap hidup kita agar kita menjadi pribadi yang memiliki integritas, selaras dalam kata dan perbuatan, rendah hati dan tulus dalam melayani serta hidup dalam kebenaranNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: