Integritas (3): Benar

Ayat bacaan: Ulangan 6:25
================
“Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.”

orang benar, integritas

“Orang pintar minum tolak angin.” kata iklan sebuah produk. Slogan ini ternyata cukup berhasil membuat jamu tolak angin bisa diterima di kalangan yang lebih luas. Mengapa harus orang pintar? Saya menduga kecenderungan orang-orang yang berpendidikan untuk lebih tertarik kepada obat-obatan dengan zat kimia ketimbang menggunakan herbal seperti yang umum ditemukan dalam jamu tradisional yang asli. Slogan itu saya kira efektif dan cerdas dalam merambah pasar yang baru. Pernah suatu kali saya terpikir ketika melihat iklan ini di televisi. Jika orang pintar minum tolak angin, lantas orang benar minum apa? Sepele saja mungkin, tetapi untuk menjadi orang benar sungguhlah penting. “Benar” adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari integritas (1 Raja Raja 3:6), dan menjadi orang  benar atau tidak itu merupakan penilaian yang penting di mata Tuhan. Being a “just”/righteous person is a big deal in the Kingdom of God. Jika demikian, pertanyaan iseng-iseng yang terlintas di benak saya tadi menjadi penting. Apa yang akan kita “minum” jika kita menjadi orang benar? Dan tentu saja, apa yang harus kita lakukan agar menjadi orang benar?

Alkitab mencatat beberapa nama yang dengan jelas dinyatakan sebagai orang yang benar di mata Tuhan seperti Nuh dan Daud. Kita bisa melihat bagaimana mereka berada dalam pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Firman Tuhan secara jelas menyatakan sebagai berikut: “Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.” (Ulangan 6:17-18). Itu panggilan yang diawali dengan kata “harus.” Lihatlah bahwa kata yang dipakai bukanlah “sebaiknya”, “hendaknya” atau “semoga” tetapi “harus”. Ini berarti bahwa menjadi orang yang melakukan segala sesuatu yang benar dan baik di mata Tuhan dengan berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapanNya merupakan hal yang tidak bisa tidak, mau tidak mau, mutlak, harus kita jalankan selama hidup di dunia ini. Itu kalau kita mau tetap berada dalam keadaan baik seperti apa yang dijanjikan Tuhan. Kepada orang benar Tuhan menjanjikan banyak hal. Bukan saja keselamatan kekal menjadi bagian kita, tetapi sepanjang di dunia pun kita akan terus berada dalam pemeliharanNya yang penuh kasih setia. Mazmur Daud menyebutkan: “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong..Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” (Mazmur 34:16-18). Tidakkah itu sangat melegakan untuk kita dengar? Masih dalam Mazmur kita bisa baca “Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.” (Mazmur 1:5-6). Akan terjadi pemisahan antara orang fasik atau orang berdosa dengan orang benar, simply because God knows and is fully acquainted with the way of the righteous. Orang benar akan masuk ke dalam kehidupan kekal, namun yang fasik akan menuju jurang kebinasaan. Yesus pun mengatakan hal yang sama. “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.(Matius 25:46). Kata mereka disini mengacu kepada orang-orang yang tidak melakukan apapun kepada sesamanya yang sedang kesusahan, artinya tidak memiliki kasih, dan dengan sendirinya berarti tidak mengenal Tuhan dan tidak melakukan kehendak Tuhan.

Menjadi orang benar bukan saja berguna bagi diri kita sendiri, tetapi itu pun akan membawa dampak yang baik dan berkat-berkat bagi bangsa dan negara. Kita bisa melihat hal ini dari situasi ketika Tuhan hendak menghukum Sodom. Dalam Kejadian 18:16-33 kita dapat membaca “tawar-menawar” yang dilakukan Abraham kepada Tuhan. Singkatnya, dikatakan bahwa jika ada 10 orang benar saja maka Tuhan tidak akan memusnahkan Sodom. “Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” (ay 32). Lihatlah sedikit orang benar pun sudah mampu melembutkan hati Allah meski jutaan lainnya berbuat dosa. Alangkah memprihatinkannya bahwa bahkan tidak ada 10 orang benar pun pada saat itu di Sodom, dan pertanyaannya, apakah di negara kita sekarang ada sedikitnya 10 orang benar, dan apakah kita sudah berfungsi selayaknya tugas yang diberikan kepada kita sebagai duta-duta Kerajaan?

Setelah melihat semua yang disediakan Allah kepada orang-orang benar, mari kita melihat apa yang harus dilakukan agar kita menjadi orang benar, dan apa ciri-ciri orang benar itu. Kelanjutan Ulangan 6 di atas menyatakan syarat agar kita dipandang sebagai orang-orang benar di mata Tuhan. “Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.” (ay 25). Kita akan menjadi benar, jika kita melakukan semua perintahNya dengan tepat dan setia. Jika hanya setengah-setengah maka kita belumlah dianggap sebagai orang benar, karena semuanya harus tepat seperti yang diperintahkan Tuhan, dan kita jalankan secara kontinu dengan kesetiaan. Selanjutnya kita bisa melihat pula ayat berikut: “Sebab di dalamnya (Injil) nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Itulah ciri orang benar. Kita tidak cukup berkata bahwa kita percaya Kristus tetapi tidak pernah sanggup hidup dengan iman. Tidak akan cukup jika kita hanya mengaku  sebagai murid Yesus tetapi masih hidup dengan kekhawatiran, ketakutan atau terus melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firmanNya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjalankan segala yang diperintahkan Tuhan secara tepat dan setia, lalu memiliki iman yang akan menghidupi setiap jalan yang kita lalui.

Menjadi orang benar merupakan faktor yang sangat penting di mata Tuhan, dan merupakan salah satu nilai yang tidak terpisahkan dalam integritas. Tidak saja baik bagi masa depan kita tetapi juga akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara kita. Hari ini mari kita membuat komitmen untuk menjadi orang-orang benar yang berfungsi baik, dan jadilah orang-orang benar yang membawa berkat baik bagi sesama maupun bangsa dan negara.

Orang benar melakukan dengan tepat dan setia segala perintah Tuhan dan hidup oleh iman

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply