Integritas (1): Kehidupan Daud

Ayat bacaan: 1 Raja Raja 3:6
====================
“Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.”

integritas

Kata integritas bukanlah kata yang asing lagi bagi kita. Tapi tidak banyak orang yang mengerti betul mengenai kata ini, termasuk saya yang baru saja mencari tahu apa sebenarnya makna yang terkandung dibalik kata ini. Dalam sebuah kamus bahasa Inggris, integritas atau integrity diartikan sebagai “the state of being honest, up right and sincere.” Dalam wikipedia dikatakan “a concept of consistency of actions, values, methods, measures, principles, expectations and outcomes.” Dalam kamus bahasa Indonesia kata intergritas didefenisikan sebagai sebuah keterpaduan, keutuhan, jujur dan dapat dipercaya. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, integritas dapat pula diartikan sebagai kredibilitas dalam etika, moral, karakter, tingkah laku, kepribadian dan melakukannya dengan teguh hati dan terpadu. Jadi integritas adalah perpaduan secara utuh dari semua bagian yang disebutkan di atas sehingga membuat orang tersebut menjadi orang yang dapat dipercaya dan diakui kredibilitasnya. Orang yang memiliki integritas akan memiliki tindakan, pikiran dan perasaan yang sama dan sejalan.

Apakah Alkitab ada menyebutkan hal mengenai integritas ini? Tentu saja ada. Kita bisa melihatnya dari ayat bacaan hari ini melalui perkataan Salomo. “Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.” (1 Raja Raja 3:6). Dari ayat ini kita bisa melihat gambaran integritas menurut Alkitab, terangkum dalam 3 nilai yaitu: setia, benar dan jujur.

Apa yang dikatakan Salomo di atas mengacu kepada sosok ayahnya Daud. Lewat ayat diatas kita melihat sosok Daud sebagai orang yang dikatakan punya integritas. Ia dianggap setia, benar dan jujur dihadapan Allah. Tapi apakah Daud orang yang super sempurna dan tidak pernah berbuat dosa? Sama sekali tidak. Daud adalah manusia biasa sama seperti kita yang tidak kebal dosa dan bisa saja melakukan kesalahan atau jatuh ke dalam dosa. Daud memang kita kenal sebagai orang yang sangat intim dengan Tuhan. Dia juga orang yang punya iman luar biasa besar, yang bisa kita lihat dengan jelas ketika ia berhadapan dengan Goliat. Daud juga merupakan sosok yang hidup dalam pengharapan kuat kepada Tuhan. Beberapa kali kita melihat bagaimana Daud dengan teguh berpegang pada Tuhan dalam berbagai situasi sulit yang ia hadapi, bahkan ketika nyawanya berada di ujung tanduk dalam beberapa kesempatan. Tapi di sisi lain, kita tahu pula bahwa Daud pernah melakukan kesalahan atau pelanggaran berat. Ia berzinah dengan istri Uria, bahkan kemudian semakin jatuh ketika ia menjadi otak dibelakang terbunuhnya Uria. Kesalahan demi kesalahan dibuat oleh Daud. Bahkan sempat dikatakan: “Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.” (2 Samuel 11:27). Tetapi tetap saja kita melihat seperti apa pandangan Tuhan tentang Daud yang bisa kita baca dalam beberapa ayat. Dalam Kisah Para Rasul dikatakan “..Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (Kisah Para Rasul 13:22). dalam 1 Samuel Daud juga dikatakan sebagai “seorang yang berkenan di hati-Nya” (1 Samuel 13:14). Dan lihatlah bagaimana Tuhan mengikat perjanjian dengan Daud: “Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” (Mazmur 89:5-6). Janji itulah yang kemudian turun kepada Salomo, orang yang paling berhikmat dan terkaya yang pernah ada di muka bumi ini. Bagaimana mungkin Daud yang pernah melakukan dosa berat itu dianggap sebagai orang yang berintegritas? Kita bisa melihat apa reaksi Daud ketika ia mendapat teguran keras dari Tuhan lewat nabi Natan. “Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” (2 Samuel 12:13).Dan kita bisa melihat pengakuan dosa Daud  dalam Mazmur 51:1-19.

Dari rangkaian gambaran yang menarik lewat kehidupan Daud ini kita bisa melihat bahwa orang yang memiliki integritas bukanlah orang yang kebal dosa atau tidak bisa salah, melainkan orang yang memegang prinsip kebenaran, kesetiaan dan kejujuran, namun di saat  ia melakukan kesalahan atau dosa, maka orang yang berintegritas akan merespon dengan sikap hati yang mudah menyadari dosa dan kesalahannya. Mau dengan jujur dan besar hati mengakuinya, lalu bertobat, memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Itulah perilaku atau sikap dari orang yang memiliki integritas yang bisa kita lihat dari sosok Daud. Beberapa hari ke depan saya akan fokus kepada tiga nilai yang terkandung dalam integritas yaitu “setia”, “benar” dan “jujur.” Integritas semakin lama semakin langka untuk kita jumpai. Marilah kita sama-sama belajar dari kehidupan Daud agar kita bisa menjadi contoh nyata bahwa integritas masih ada di muka bumi ini.

Orang yang memiliki integritas akan memiliki tindakan, pikiran dan perasaan yang sama dan sejalan dan mau mengakui serta memperbaiki kesalahannya

 Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply