Yesus dan Petrus berjalan di atas air

GAGASAN pokok dari Kitab Suci.

Menurut Elia Tuhan tidak ditemukan di dalam prahara atau di dalam gempa bumi atau di dalam api, tetapi di dalam ketenangan. Di situlah Tuhan hadir (1 Raj 19:9.11-13).

Menurut Santo Paulus hidup orang beriman itu tidak terpisah dari Tuhan, sehingga ia tidak perlu takut untuk menghadapi kesulitan, karena Tuhan selalu dekat dengan dia (Rom 9:1-5).

Kita diajar dari Injil, bahwa kera-guan dan iman bertentangan.Yang percaya kepada Yesus akan bertahan dalam iman. ( Mat 14:22-33).

Murid-murid Yesus ketakutan ketika perahu yang mereka tumpangi diterpa gelombang. Peristiwa ini terjadi setelah Yesus memberikan makan roti pada lima ribu orang. Mukjizat Tuhan Yesus ini dimaksudkan untuk memperkuat iman kepercayaan para muridNya akan kekuasaan Allah yang ada padaNya. Tetapi baru saja para murid ditinggalkan oleh Tuhan Yesus untuk berdoa sebentar, tiba-tiba terjadi suatu peristiwa, yaitu bahwa perahu yang mereka tumpangi itu diguncang oleh gelombang.

Mereka kebingungan, karena Yesus tidak ada bersama mereka pada waktu itu. Maka ketika Yesus mendatangi mereka dengan berjalan diatas air, mereka juga tidak menduga sama-sekali bahwa yang datang itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Mereka mengira bahwa mereka melihat “hantu”. Lalu Tuhan Yesus menyapa para murid: “Jangan takut, inilah Aku.”

Semula Petrus tidak percaya bahwa yang ada diatas air itu Yesus. Lalu ia minta bukti, kalau memang yang datang itu Yesus sendiri, maka ia diperkenankan dapat berjalan diatas air. Yang mengherankan ialah bahwa permohonan Petrus untuk menguji Tuhan Yesus Yesus ini pun dikabulkan.

Petrus diperkenankan berjalan diatas air. Petrus mula-mula berhasil berjalan diatas air. Namun ditengah jalan ketika ia melihat ada gelombang besar datang, ia mulai ragu-ragu dan takut. Ia berteriak minta tolong, karena ia hampir tenggelam. Yesus lalu mengulurkan tangan kepadanya dengan mengatakan: “Hai, orang yang kurang percaya, mengapa ragu-ragu?”

Maksud bacaan ini bukan untuk menunjukkan kebolehan Tuhan Yesus yang dapat berjalan diatas air, tetapi mau menunjukkan bahwa Dia itu senantiasa hadir ditengah para muridNya dalam keadaan apa pun. Yesus menyertai UmatNya ketika sedang membutuhkan makanan dan juga pada waktu orang-orang berada dalam kesusahan. Yesus ingin agar orang-orang semakin mau percaya dan mempercayakan diri padaNya.

Mengapa Tuhan Yesus menegur ketidakpercayaan Petrus dan para murid lainnya? Karena Tuhan Yesus baru saja menampakkan kuasa Allah dalam perbanyakan roti, terapi para murid masih saja ketakutan dan mengira bahwa yang datang mendekati mereka itu”hantu”. Tuhan

Yesus bahkan mengizinkan Petrus untuk berjalan diatas air, tetapi toh Petrus masih tetap ragu-ragu dan kurang percaya, sehingga akhirnya ia hampir saja tenggelam. Tetapi Yesus mau menolongnya.
Merenungkan pengalaman hidup.

Kita tidak boleh ragu-ragu bahwa Tuhan itu selalu dekat dengan UmatNya yang percaya kepada Nya. Keragu-raguan atau hilangnya iman kepercayaan kita kepada Tuhan itu antara lain disebabkan oleh kecemasan atau ketakutan. Hidup kita itu bagaikan bahtera juga yang kecil, rapuh dan sedang mengarungi lautan. Kalau keadaan tenang, mungkin kita ingat Tuhan, tetapi kalau dalam keadaan genting, panik dan gawat, kita lupa pada Tuhan.

Bahkan seringkali kita memandang Tuhan itu justru sebagai hantu. Lalu kita mau mencari jalan keluar, tetapi dengan meninggalkan Tuhan. Banyak sekali orang beriman dalam kesulitan yang besar tidak dengan iman yang teguh memohon kepada Tuhan, tetrapi sebaliknya lari kepada orangtua, dukun, suhu, nujum, klenik, aji-aji dsb. Dan biasanya yang mereka yang bertindak demikian justru akan semakin tenggelam dalam kesulitan dan semakin jauh dari Tuhan.

Ada seorang bapak katolik yang amat kebingungan dan panik karena ia kehilangan uang di rumahnya, yang jumlahnya cukup besar. Maka ia mulai memarahi seluruh isi rumah, dan mencurigai semua orang, sehingga membuat ketegangan yang besar, karena hampir semua tidak tahu menahu soal kehilangan uang itu. Karena tidak menemukan uangnya dan tidak tahu siapa yang mengambil uangnya, maka ia pun pergi mencari orangtua yang dapat memberi petunjuk siapa yang telah mengambil uangnya. Ia sama sekali tidak berfikir lagi tentang Tuhan dan mohon bantuannya.

Sebaliknya ia menerima anjuran dari orangtua itu untuk mendoakan mantra tertentu dan melaksanakan beberapa sesaji atau berzikir di malam hari. Namun toh tetap tidak berhasil. Isterinya lalu menasehati suaminya: “Kamu itu ya aneh, kok pak, pakai medukun segala. Ini kan bertentangan dengan iman kita.

Coba sekarang berdoa novena tiga Salam Maria dan mohon pertyolongan dari Tuhan, nanti kan diberi jalan terang.”

Lalu bapak ini mencoba melaksanakan nasihat isterinya Dan memang betul, begitu selesai bapak ini berdoa, tiba-tiba dia ingat bahwa uangnya itu ternyata ada di dalam tas yang tertinggal di rumah temannya. Dan makin aneh lagi, ketika ia bangkit dari berdoa, tiba-tiba dimuka pintu sudah berdiri temannya yang mengem-balikan tasnya yang tertinggal di rumahnya, lengkap dengan uangnya. Baru ia sadar betul bahwa ia tak boleh meninggalkan Tuhan.

Bagaimana kita menunjukkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan, bilamana kita berhadapan dengan banyak kesulitan?

Tetap berdoa agar Tuhan yang akan memberikan solusi disaat sulit ini, karena doa adalah satu-satunya sarana untuk meneguhkan iman dan yang memungkin hal yang mustahil jadi mungkin. Ini yang harus jadi keyakinan kita.

Tetap melaksanakan tugas harian sebaik-baiknya dan tidak melarikan diri dari kesulitan dengan jalan yang menyimpang dari iman. Karena jalan pintas itu kadang bukan pemecahan yang baik atau membawa kepada keselamatan, melainkan membawa kepada kekecewaan.

Tetap tenang di dalam keadaan sulit, sebab sebenarnya Tuhan tetap hadir dan mendampingi orang yang benar-benar percaya kepadaNya.~ Berani minta nasehat kepada kawan seiman, karena kita lalu dapat menunjukkan kerendahan kita kepada Tuhan, bahwa kawan seiman kita adalah kawan seperjalanan menuju hidup kekal.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan harian katolik inspirasi batin
  2. inspirasi batin
  3. inspirasi batin katolik
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.