Insiden Gereja Bintaran Yogyakarta: Romo Bagya Pr Berikan Pengampunan dan Keluarga Minta Maaf (3)

< ![endif]-->

GEREJA Katolik Semesta selalu mengedepankan pengampunan dan memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. Contoh paling hebat tentang Hukum Kasih ini sudah ditelandankan oleh Yesus sendiri. Dalam sakratul maut, Dia menyediakan waktu untuk kemudian memberi pengampunan dan memaafkan siapa pun yang  bersalah hingga membawanya mati di kayu salib.

Mendiang Beato Paus Yohannes Paulus II juga berkenan memberi memberi pengampunan dan maaf kepada Mehmet Ali Agca, pelaku penembakan di Lapangan Santo Petrus yang nyaris merenggut nyawanya.

Hukum Kasih dan teladan suci Gereja Katolik Semesta kini dilakoni oleh Romo Bagya Pr, korban penonjokan dengan kepalan tangan terbuka dari belakang (digablog) yang dilakukan oleh Sapta –seorang pasien penderita gangguan jiwa.

Romo Bagya Pr, alumnus Seminari Mertoyudan KPA tahun 1981/82—secara tiba-tiba digablog oleh Sapta –warga lokal di Yogyakarta—saat tengah sibuk membagikan komuni pada kesempatan misa Sabtu (9/11) petang lalu. Karena gablogan-nya lumaya keras, Romo BagyaPr  lalu tersungkur jatuh sehingga sibori berisi hosti ikut jatuh berhamburan di lantai gereja.

Insiden ‘ulah’ tak terduga ini terjadi di Gereja Paroki Santo Yusuf di Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (9/11) petang.

Tidak ada indikasi apa pun bahwa insiden ini bernuansa pelecehan agama. Motifnya ya “insiden” saja, karena pelaku dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil.

Menurut penuturan keluarga, Sapta –sang pelaku penggamblogan itu— memang sudah pernah dua kali dirawat intensif di sebuah rumah sakit jiwa di kawasan Pakem, Yogyakarta Utara.

nggablog

Niat keluarga untuk mengirim Sapta kembali ke Pakem untuk perawatan lebih lanjut terhalang oleh kendala finansial.

Menurut Romo Noegroho Agoeng Pr –Ketua Komsos Keuskupan Agung Semarang– yang juga mencermati peristiwa ini, umat Katolik tidak perlu mengembangkan prasangka yang bukan-bukan atas insiden ‘ulah’ tak terduga tersebut. Tidak ada niatan untuk hal-hal negatif. “Yang perlu dilakukan adalah tindakan antisipatif agar hal-hal seperti itu jangan terjadi lagi,” ungkapnya di sebuah milis katolik.

Kasih dan memaafkan

Menurut penuturan Romo Willem Pau Pr, mantan Ketua Komsos Keuskupan Agung Semarang kepada Sesawi.Net, keluarga pelaku dengan itikad sangat baik sudah datang mengunjungi Gereja Santo Yusuf Bintaran dan bertemu dengan Romo Bagya Pr di Pasturan. “Tujuannya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ‘ulah’ tak terduga dari Sapta,” kata romo diosesan (praja) KAS putra asli Magelang ini. Keluarga juga mohon diberikan pengampunan yang sebesar-besarnya dari segenap Umat Katolik Paroki Bintaran atas ‘ulah’ tak terduga itu.

“Dan Romo Bagya Pr pun dengan jiwa besar juga sudah memaafkannya,” sambung romo pecinta musik ini.

Romo Willem Pau juga menegaskan, insiden ini sama sekali tidak ada unsur pelecehan agama. Kaos yang dipakai dengan gambar Amien Rais sama sekali juga tidak mencerminkan kaitan ‘ideologi politik’ apa pun. “Ya sekedar baru memakai sebuah kaos T-Shit dengan kebetulan juga gambarnya begitu saja,” tegas Romo Willem Pau Pr.

Photo credit:  Ilustrasi (Ist)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: