Inilah Rencana Allah pada Kita Semua, Manusia

MARIA DIANGKAT KE SURGA, 11 Agustus 2013 Why. 11:9a.12:1.3-6a.10ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56

Kisah Maria diangkat ke surga, tidak ditemukan dalam Kitab Suci. Dogma Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya dinyatakan oleh Paus Pius XII tanggal 1 November 1950, setelah menerima banyak usulan dari seluruh dunia dan mendapat persetujuan dari para uskup di seluruh dunia. Tetapi pandangan ini sudah ada sejak awal berdirinya Gereja. Di Yerusalem ada gereja yang dipercaya sebagai tempat dimakamkannya Maria dan makam itu kosong. Dan pada abad VIII, sudah biasa di gereja-gereja Timur merayakan pesta Maria diangkat ke surga. Jadi ajaran ini didasarkan pada iman yang berkembang diantara umat selama berabad-abad.

Inti pesan Pesta Maria Diangkat ke Surga ialah: Allah berhasil melaksanakan rencanaNya. Membawa kembali manusia ke surga; setelah manusia pertama terusir dari sana, karena tidak setia dan tidak percaya kepada Allah. Berkat buah penebusan Yesus Kristus, Putera Allah, maka ibuNya yang meski tidak mengerti apa dan mengapa semua penderitaan itu harus terjadi pada Puteranya, tetap setia kepada kehendak Allah menemani Puteranya sampai di bawah salib, akhirnya mendapat kurnia buah penebusan Puteranya, mengalami persatuan mulia dengan Allah penciptanya. Ibu Maria adalah manusia pertama yang menikmati buah hasil penebusan Tuhan Yesus. Naik ke surga, mengalami persatuan mulia bersama Bapa, itu lah wujud nyata keselamatan yang disediakan Allah bagi kita. Kita adalah orang-orang yang sudah didaftarkan dan diharapkan akan masuk surga juga pada waktunya. Tetapi apa syarat agar kita memang akan masuk surga?

Kita dapat belajar dari peristiwa Maria mengunjungi Elisabet. Dua orang perempuan kudus yang bertemu; Maria yang mengandung, membawa Yesus Kristus kepada sepupunya; Elisabet menyambut Kristus dengan gembira dan Sang UtusanNya di dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan.

Mereka saling membagikan tanda kehadiran Allah; mereka saling membantu; mereka saling memuji dan akhirnya semua kembali menuju kemuliaan Allah. Jadi, jika kita belajar dari pengalaman ibu Maria, tanda orang yang berjalan menuju surga ialah orang yang menerima Kristus dalam hidupnya, membawa Kristus kepada sesama; pertemuan itu menjadi saat orang saling membantu, saling meneguhkan dan bersama-sama memuji Allah.

Kita sudah menerima Kristus waktu dibaptis. Kita menerima Kristus lagi setiap kita menerima komuni. Kita membawa Kristus kemana-mana. Apakah kita sudah membagikan Kristus yang membuat orang merasa terbantu, terdukung dan diteguhkan dan akhirnya terdorong untuk memuliakan Allah?

Ada seorang kaya yang rajin menghadiri Misa di Gerejanya. Suatu ketika ia meninggal, ia dibawa ke gerbang surga dan bertemu St. Petrus. Dia disuruh menunggu dulu oleh st. Petrus. Orang itu protes: “Mengapa saya harus menunggu? Saya orang yang rajin ke gereja dan saya orang penting di dunia.” St. Petrus menjawab: “Kami sedang menyiapkan tempat tinggal anda.” Orang itu melihat, dimana-mana ada istana dan rumah-rumah mewah berjajar-jajar.

Akhirnya ia dibawa masuk oleh St. Petrus. Setelah melewati rumah-rumah yang satu lebih indah daripada yang sebelumnya, mereka belok ke sebuah tikungan. “Ini rumah untuk anda.” Kata St. Petrus. “Tapi ini cuma gubuk yang sudah hampir ambruk. Kenapa saya mendapat rumah yang seperti ini?” St. Petrus menjawab: “Kami hanya membangun berdasarkan apa yang dikirim dari dunia ini. Mungkin anda orang kaya. Tetapi uang itu bukan satu-satunya bahan untuk membangun tempat kediaman di surga.”

Kita yang sudah percaya kepada Kristus, merupakan orang yang sudah terdaftar menuju surga. Tetapi percaya kepada Kristus baru merupakan langkah pertama. Kesalehan adalah langkah kedua; menerima Kristus dan memuji Dia. Tetapi dibutuhkan juga tindakan yang membuat iman menjadi nyata dalam hidup sehari-hari. Membawa Kristus ke tengah dunia; membuat orang lain merasa dibantu, membuat orang lain merasa diteguhkan dan memudahkan orang lain untuk ikut memuji Tuhan dalam hidup mereka.     Ibu Maria sudah membawa Kristus hadir ke tengah dunia.

Bukan hanya kepada Elisabet; tetapi kepada kita, yang menjadi anak-anak Allah dan juga anak-anak ibu Maria. Kita tidak hanya ditunggu di surga, tetapi juga dibantu agar dapat berjalan menuju surga. Semoga hidup kita menjadi hidup yang membawa Kristus ke tengah dunia, sehingga kita bersama orang-orang di sekitar kita, bergandeng tangan, bersama berjalan menuju surga. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: