Ini Dahiku, Mana Dahimu?

dahi by getty image“Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.” (Why 14, 1) Dahi merupakan bagian tubuh manusia yang mudah kelihatan, karena terletak di kepala bagian depan. Bentuk dahi setiap orang berbeda-beda. Konon kabarnya, dahi bisa […]

dahi by getty image

“Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.” (Why 14, 1)

Dahi merupakan bagian tubuh manusia yang mudah kelihatan, karena terletak di kepala bagian depan. Bentuk dahi setiap orang berbeda-beda. Konon kabarnya, dahi bisa menunjukkan kecerdasan atau keperawanan seseorang.

Saya tidak tahu dengan pasti bagaimana hubungan hal-hal tersebut dengan dahi.

Bagi penggemar Mahabarata, tanda di dahi bisa ditemukan dalam diri wanita India. Konon kabarnya, tidak semua wanita India mempunyai tanda di dahi. Tanda tersebut menunjukkan janji suci atau semangat pengorbanan dari wanita yang bertanda merah di dahi.

Setahun sekali, umat Katolik juga menandai dahinya dengan abu, yakni pada hari Rabu Abu. Ini merupakan tanda permulaan masa puasa dan juga tanda pertobatan. Dengan menandai dahinya dengan abu, umat beriman disadarkan bahwa mereka berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu. Kenyataan yang harusnya membuat umat beriman semakin rendah hati dan tidak sombong.

Yohanes juga mendapatkan penglihatan bahwa bersama dengan tampilnya Sang Anak Domba, ada seratus empat puluh empat orang yang dahinya ditandai. Dalam dahi mereka terdapat tulisan nama Sang Anak Domba dan nama Bapa-Nya.

Tanda di dahi menunjukkan bahwa mereka ini merupakan ‘milik’ Sang Anak Domba, seperti halnya tanda di dahi untuk para budak pada jaman dahulu. Tanda di dahi menjadi pengenal dari pemiliknya. Tanda di dahi juga menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang ‘setia’ dan akhirnya mereka mengalami kemuliaan bersama dengan Sang Anak Domba.

Masalahnya: yang ditandai dahinya kok hanya seratus empat puluh empat? Apakah diriku dan teman-teman termasuk dalam jumlah itu?

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Getty Image)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply