Ingin Berhasil dan Beruntung? (2)

(sambungan)

Jika memperkatakan dan merenungkan firman siang dan malam sudah kita lakukan, tahap selanjutnya kita harus pula meningkat dengan menjadi pelaku Firman. Dari Yosua 1:8 kita sudah mengetahui bahwa Tuhan mengatakan kepada Yosua untuk “bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalam Taurat Tuhan.” Berhenti hanya pada memperkatakan dan merenungkan tidak akan pernah cukup jika tidak disertai dengan aplikasi nyata dalam kehidupan. Tahu kehendak Tuhan tapi tidak melakukannya merupakan salah satu ciri dari orang munafik. Dan Tuhan pun mengecam keras orang-orang yang bersikap munafik seperti ini. Oleh karena itulah Yakobus menekankan pentingnya untuk tidak berpuas diri hanya sebagai pendengar atau pembaca firman, tapi juga harus melanjutkannya dengan perbuatan-perbuatan nyata sesuai apa yang dikehendaki Tuhan. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22). Orang-orang yang hanya mendengar atau membaca tapi tidak melakukan digambarkan sebagai berikut: “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.” (Yakobus 1:23-24). Itulah bentuk orang yang berhenti sebelum melakukan. “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (ay 25). Semua tuntunan Tuhan itu sangatlah berharga untuk menjadi bekal dalam kehidupan kita. Maka dari itu janganlah kita hanya sekedar mendengar lalu melupakan, tapi lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan secara utuh, maka keberhasilan demi keberhasilan pun akan mampu kita capai.

Sebagai gambaran lain kita bisa melihat hal ini lewat Ezra. Dalam awal kisah Ezra, kita bisa melihat kepulangannya dari Babel sebagai ahli kitab dilimpahi berkat lewat raja yang memberikan segala sesuatu yang ia inginkan. Singkatnya, Ezra berhasil dan beruntung. Bagaimana ini bisa terjadi? Dikatakan bahwa itu semua terjadi karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia. (Ezra 1:6,9). Mengapa Tangan Tuhan berkenan melindungi Ezra? Itu adalah buah dari komitmen kuatnya untuk selalu meneliti Firman Tuhan. Dia tidak berhenti sampai di situ saja, tapi juga kemudian melakukannya serta mengajarkan semua itu kepada orang lain. Ezra dikatakan sebagai ahli kitab, tapi ternyata ia tidak berpuas diri dan terus mau memperkatakan, merenungkan Firman Tuhan dan menjadi pelaku secara langsung. “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (ay 10). Dengan melakukan langkah-langkah ini, tidaklah mengherankan jika Ezra mendapat perlindungan langsung dari Tuhan dalam perjalanan hidupnya yang membuatnya berhasil dan beruntung.

Mari kita lihat sekali lagi ayat dalam Yosua 1:8 ini. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Kita sudah melihat bahwa agar bisa berhasil dan beruntung, ada 3 kunci yang terlebih dahulu harus dilakukan. Tuhan mau memberkati kita, tetapi itu tidak serta merta Dia berikan begitu saja. Kita harus melakukan dahulu ketiga langkah penting, yaitu memperkatakan, merenungkan dan melakukan agar berkat yang tercurah itu bisa menjadi bagian kita. Ada satu hal penting lainnya yang harus kita perhatikan pula, yaitu bagian awal dari ayat ini. “Janganlah engkau lupa…” Lupa, itu menggambarkan tentang sesuatu yang kita sudah tahu, tapi kita tidak ingat. Seperti itu pula yang terjadi pada kita. Kita mungkin sudah tahu Firman Tuhan, tetapi kita lupa untuk memperkatakan, merenungkan dan melakukan. Apa yang bisa membuat kita lupa? Ada banyak hal. Misalnya kesibukan bekerja, fokus yang tidak seimbang atau hal-hal lain yang rasanya lebih menyenangkan ketimbang mendalami Firman Tuhan. Semua ini bisa membuat kita lupa, dan lambat laun itu hanya akan merugikan diri kita sendiri juga.

Tuhan ingin kita berhasil dan beruntung dalam perjalanan hidup kita, tetapi semua itu tidak akan kita peroleh apabila kita tidak melakukan bagian kita terlebih dahulu. Firman Tuhan bukan hanya berbicara mengenai janji berkat, tapi juga berisi dengan harga yang harus dibayar, kuk yang harus dipikul dan sebagainya untuk bisa menjadi muridNya. Anda bisa membaca Lukas 14:25-33 untuk melihat siapa yang dikatakan Yesus bisa menjadi muridNya dan siapa yang tidak, Matius 10:34, Lukas 6:22 dan Lukas 10:3 misalnya. Ini adalah ‘makanan-makanan keras’ yang harus siap kita pikul apabila kita mau menjadi murid-muridNya yang diberkati. Perkatakan, renungkan dan lakukanlah Firman Tuhan secara serius dan secara utuh. Disanalah kita akan menjadi orang-orang yang berhasil dan beruntung di bidangnya masing-masing.

Jadilah orang yang berhasil dan beruntung dengan memperkatakan, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply