Ingin Berhasil dan Beruntung? (1)

Ayat bacaan: Yosua 1:8
===============
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Sebuah kejadian menarik baru saja saya alami. Berapa sering anda mendapati pemilik rumah makan membagi berkat kepada pengunjungnya lewat Firman Tuhan? Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu pemilik sebuah rumah makan ketika saya makan siang buat kali pertama disana. Ketika memberi bon, disana ternyata ia menulis sebuah ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini, yaitu Yosua 1:8. Ketika hendak pulang ia mengatakan: “Terima kasih, Tuhan memberkati.” Ayat yang ia berikan tentu bukan ayat yang asing lagi bagi kita. Ayat ini berbicara mengenai janji berkat Tuhan, tapi tidak berhenti disitu saja melainkan disertai dengan tips atau cara untuk mendapatkannya. Disaat saya sedang sibuk-sibuknya seperti akhir-akhir ini, apa yang ia ingatkan lewat ayat tersebut terasa sangat pas dan memberkati saya.

Saya percaya Tuhan bisa memakai siapa saja untuk mengingatkan anak-anakNya. Dia bisa dan kerap memakai orang lain bahkan yang baru atau tidak kita kenal sebelumnya untuk menjadi jalan bagiNya untuk menyampaikan pesan-pesan penting bagi kita. Hari ini saya memperoleh itu dari seorang ibu yang baru hari ini saya kenal. Untuk renungan hari ini dan besok, mari kita lihat apa sebenarnya kandungan penting dari ayat yang ia berikan ini.

Ayat tersebut tepatnya berbunyi: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8). Ini sebuah ayat yang seringkali kita lihat hanya dari janji berkatnya saja. Siapa sih  yang tidak mau berhasil dan beruntung dalam perjalanan hidupnya? Kita semua tentu mau seperti itu. Dan itu memang Tuhan sediakan buat kita. Tetapi ingatlah bahwa berkat seperti ini tidak serta merta datang begitu saja. Ada pesan penting di dalam ayat ini yang berisi langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar kita bisa memperoleh janji Tuhan ini, yaitu: 
1. memperkatakan Firman
2. merenungkannya siang dan malam
3. bertindak sesuai Firman Tuhan, alias menjadi para pelaku Firman.

Inilah 3 langkah yang harus dilakukan agar janji berkat Tuhan untuk mencapai keberhasilan yang membawa keberuntungan tersebut bisa menjadi milik kita. Anda merasa bahwa pekerjaan anda saat ini berat dan rasanya seperti jalan di tempat? Anda mengira bahwa apa yang anda lakukan sekarang tidak cukup berhasil dan belum menunjukkan tanda-tanda keberuntungan? Dari ayat ini, Tuhan menyatakan bahwa ada kunci yang akan membuat apapun yang anda lakukan saat ini bisa berhasil dan membawa keuntungan, meski hari ini anda belum melihat itu. Mari kita lihat satu persatu ketiga kunci ini.

Pertama, memperkatakan Firman. Betapa seringnya kita mempergunakan mulut hanya untuk hal-hal yang tidak berguna atau malah mengucapkan hal-hal yang tidak baik. Bergosip, berbohong, mengeluh, menghina, memfitnah atau bahkan mengutuk. Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa apabila kita mencoba satu hari saja menghindari hal-hal buruk ini, maka jumlah kata yang kita ucapkan setiap hari bisa menyusut secara drastis. Ada seorang teman yang mencobanya dan itu memang benar. Kita lupa peringatan Yesus yang berbunyi: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Matius 12:36-37). Sepertinya memang kecenderungan manusia untuk terjebak pada kebiasaan mengeluarkan perkataan yang sia-sia ini. Karena itulah kita bisa belajar dari Daud yang berkata “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141:3). Menjaga hati pun menjadi hal yang mutlak untuk kita lakukan, karena “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (Matius 12:34).

Setelah memperkatakan Firman, kita harus meningkat kepada tahapan berikutnya, yaitu merenungkannya, bukan sekali-sekali tapi secara rutin, merenungkannya siang dan malam. Perhatikan, ada perbedaan besar antara membaca dan merenungkan. Dalam merenungkan, kita tidak hanya sekedar membaca tapi disertai dengan meneliti dan memikirkan dengan seksama isi yang kita baca, termasuk juga melakukan introspeksi diri sendiri sampai sejauh mana kita sudah melakukan segala sesuatu hari ini sesuai dengan keinginan dan suara hati Tuhan. Untuk bisa mengetahui dengan benar suara Tuhan tidaklah cukup hanya dengan sekedar membaca saja. Sekarang ingat, besok lupa, itulah yang akan terjadi jika kita tidak menyimak secara seksama apa yang menjadi keinginan Tuhan dalam hidup kita. Alkitab mengatakan bahwa Firman yang dibaca ala kadarnya bagaikan benih yang jatuh pada tanah berbatu, di pinggir jalan atau malah di semak duri. (baca Matius 13:1-8). Dibutuhkan kesungguhan untuk merenungkan Firman Tuhan, menyerapnya dengan benar, sehingga benih firman itu bisa jatuh di atas “tanah yang baik” agar bisa menghasilkan buah berlipat ganda. Dalam awal kitab Mazmur dikatakan, “Berbahagialah orang ..yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Seperti itulah orang-orang yang selalu menyukai firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam. Bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, sehingga tidak akan mengalami kekeringan dan bisa terus bertunas dan berbuah, alias berhasil dan beruntung.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: