Indonesia Bakal Hadapi Masalah Serius Seputar Kependudukan

indonesia3

KETUA Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Prijono Tjiptoherijanto mengatakan persoalan kependudukan perlu penanganan serius karena akan semakin kompleks di masa mendatang.

Prijono Tjiptoherijanto pada seminar kependudukan dan pelantikan pengurus IPADI Cabang Solo di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis, mengatakan, penduduk Indonesia masih akan terus bertambah namun berbagai dinamika kependudukan seperti perubahan struktur umur dan distribusi serta mobilitas diikuti dengan dinamika kualitas akan membutuhkan penanganan yang serius.

Ia mengatakan, tanpa adanya keseriusan maka potensi penduduk sebagai modal pembangunan akan tinggal sebagai jargon. Sebaiknya hasil pembangunan juga hanya akan dinikmati oleh segelintir penduduk sehingga kesenjangan pendapatan akan semakin melebar, yang bukan tidak mungkin akan berujung pada perpecahan dan kerawanan sosial lainnya.

Dikatakan dilihat dari dinamika kependudukan yang ada maka paling tidak ada beberapa persoalan pokok yang harus diantisipasi di antaranya yaitu penduduk Indonesia masih akan terus bertambah. Sampai 2050 penduduk Indonesia diperkirakan akan berjumlah menjadi 320-370 juta dan ini tergantung bagaimana keberhasilan keluarga berencana (KB).

Indonesia sekarang sedang menikmati bonus demografi sampai dengan 2030. Persoalan kualitas penduduk terutama generasi muda harus menjadi perhatian utama dalam hubungan dengan kebijakan yang menyangkut ketenagakerjaan.

Ia mengatakan setelah 2030 Indonesia mulai memasuki era penduduk lanjut usia. Indonesia mulai menghadapi lansia boom pada 2030. Saat ini jumlah lansia sekitar 20 juta yang diperkirakan akan menjadi sekitar 25 juta pada tahun 2030 dan pada 2050 angkanya mendekati 70 juta jiwa.

“Suatu kebijakan yang komprehensif sangat diperlukan jika Indonesia tidak ingin menghadapi masalah serius sehubungan dengan isu lansia,” kata Ketua IPADI.

Distribusi penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali dan Sumatra dengan proporsi mereka yang tinggal di perkotaan akan terus meningkat. Saat ini penduduk yang tinggal di perkotaan sekitar 50 persen sedangkan di Pulau Jawa angkanya sudah mendekati 70 persen.

Pada 2050 diperkirakan penduduk yang tinggal diperkotaan mendekai 70 persen dan di Pulau Jawa mendekati 90 persen. Jawa akan menjadi pulau kota. Kondisi dinamika kependudukan tersebut ditambah dengan aspek kualitas serta pembangunan ekonomi terkait satu dengan yang lain sehingga perlu dirumuskan kebijakan terpadu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Ia mengatakan di samping persoalan kualitas penduduk yang memang perlu menjadi perhatian pemerintah, persoalan pengendalian jumlah penduduk, melalui program KB dan distribusi penduduk mulai program transmigrasi yang dikaitkan dengan pembangunan wilayah, harus juga menjadi perhatian.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: