FILM baru ini nantinya akan berjudul In Te Confido (Hanya kepada Engkau, Saya Percaya). Inilah film anyar yang tengah dibesut oleh anggota tim kreatif audio-visual Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (Komsos KAS).

Direncanakan, film In Te Confido ini akan selesai dikerjakan bulan Oktober 2014. Jadi hanya beberapa pekan sebelum resmi berlangsung Perayaan Satu Abad Uskup Agung Semarang kedua: Kardinal Justinus Darmojuwono Pr yang mengemban tugas di Diosis Semarang kurun waktu 1964-1981.

Beliau menggantikan posisi Uskup Agung Semarang yang ditinggalkan Romo Kandjeng Mgr. Albertus Soegijapranata SJ yang wafat saat melakukan kunjungan pastoral ke Negeri Belanda di tengah reses Konsili Vatikan II.

Film panjang In Te Confido dengan durasi 90 menit ini merupakan kisah sukses kedua Komsos KAS usai tahun lalu memroduksi film panjang tentang ‘misionaris agung’ di kawasan Kalibawang, Kulon Progo DIY: Pedibus Apostolorum (Rasul Pejalan Kaki) yang tak lain adalah Romo Prenthaler SJ. Misionaris Jesuit asal Austria ini adalah pionir pembangun misi katolik di kawasan pegunungan ini; orang penting kedua setelah Romo van Lith SJ sebagai peletak misi katolik di Jawa Tengah.

Kardinal Justinus Darmojuwono J0001

Kardinal Justinus Darmojuwono Pr: Uskup Agung Semarang kedua. (Ist)

Kardinal Indonesia pertama
Film dengan titel In Te Confido adalah film tentang kisah kardinal pertama Gereja Katolik Indonesia: alm. Kardinal Yustinus Darmojuwono Pr yang menjadi Uskup Agung Semarang kedua (1964-1981), setelah Romo Kanjeng Mgr. Albertus Soegijapranata SJ.

Almarhum adalah sosok imam diosesan yang sangat sederhana. Lahir di Godean, Klepu, Yogyakarta Barat tanggal 4 November 1914, Kardinal Yustinus Darmojuwono Pr adalah Uskup Agung Semarang selalu dikenal sebagai sosok yang ramah, hangat dan selalu murah senyum menyapa setiap umat usai perayaan ekaristi di muka gereja.

Menurut catatan Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta Pr, agar karya pastoral di KAS semakin berbuah, maka pada tahun 1967 Uskup Agung Semarang waktu itu — Kardinal Justinus Darmajuwono— mantap memutuskan mendirikan empat wilayah Vikariat Episkopalis di Keuskupan Agung Semarang: Kevikepan Semarang, Kedu, Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jadi pastor paroki biasa
Mgr. Justinus Darmojuwono Pr diangkat oleh Vatikan menjadi Kardinal Indonesia pertama pada tahun 1967. Beliau meninggal dunia tanggal 3 Februari 1994. Namun, jauh-jauh hari sebelum meninggal dunia, Justinus Kardinal Darmojuwono Pr telah memutuskan diri pensiun, karena usia dan kesehatan.

Usai pensiun sebagai Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Kardinal Justinus Darmojuwono Pr  lalu  menjadi pastor biasa untuk Gereja Paroki Banyumanik yang waktu itu masih ‘belum apa-apa’.

Posisinya sebagai Uskup Agung Semarang kemudian digantikan oleh Mgr. Julius Darmaatmadja SJ, mantan Provinsial Provinsi SJ Indonesia. Belakangan, Mgr. Julius Darmaatmadja SJ juga diangkat Vatikan menjadi Kardinal. Dengan demikian, Uskup Agung Semarang yang ketiga ini menjadi Kardinal Indonesia kedua.

Tautan: 100 Tahun Kardinal Pertama Indonesia: Alm. Justinus Kardinal Darmojuwono Pr (1)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.