In Memoriam Sr. Materna Wehrens ADM dan Wasiatnya untuk Para Suster ADM (2)

RIP Sr. Materna Wehren ADM

BERIKUT ini, kami paparkan beberapa tulisan ringkas mengenang almarhumah Sr. Materna Wehrens ADM yang pada hari Minggu tanggal 18 Maret 2018 (waktu Indonesia) telah meninggal dunia di Windraak, Negeri Belanda

Sosok yang ramah dan dinamis

Saya mengenalnya sebagai pribadi yang hangat, dinamis, selalu belajar mengikuti perkembangan zaman. Lebih dari itu, beliau seorang yang sangat mencintai saudari-saudarinya se-Kongregasi, Gereja, dan orang-orang yg dilayaninya.

Semua itu mengalir dari cinta yang sangat mendalam pada Kristus yang menumpahkan darah-Nya bagi penebusan manusia dan semua ciptaan. Caranya bergaul sederhana dan selalu memegang hal ini: fortiter in re, suaviter in modo – teguh dalam prinsip, lembut dalam cara menyampaikan.

RIP Sr. Materna Wehrens ADM di Windraak, Belanda

Terima kasih Zr. Materna bahwa saya boleh mengenalmu dan atas teladan hidupmu yang luar biasa. Tuhan telah memberikan yang terbaik dan terindah dalam hidupmu serta bagi kami.

Doakan saudari-saudarimu se-kongregasi agar mereka mampu meneladan cara hidupmu sebagai suster ADM.

Bagi para suster DPU, DPP, DPR dan semua suster ADM, saya ucapkan duka sedalam-dalamnya. Kita berdoa bagi kedamaian jiwa Zr. Materna yg kita kasihi.

 Romo Aria Dewanto SJ – ekonom KAS

——————–

Mengajak berdoa dalam bahasa Indonesia

Saya sudah pamit tanggal 6 Maret 2018 lalu dan kemudian tanggal 8 Maret balik pulang ke Indonesia. Sebelum pergi meninggalkan Windraak, almarhumah Sr. Materna Wehrens ADM menitipkan wasiat pesan sebagai berikut:

“Jangan lupa orang miskin. Jangan hanya memberi perhatian pada yang  punya saja. Kalian semua itu punya banyak orang miskin.”

Mungkin kata-kata itu tepat sebagai warisan rohani dari beliau.

Beliau lalu meneruskan pesannya berikut ini:

“Saya tak punya apa-apa lagi untuk kalian,” begitu kurang lebih omongan beliau sebelum kami berdua pergi meninggalkan Windraak, Negeri Belanda.

Terimakasih untuk kebaikan hati dan cinta Suster pada kami, para suster ADM di Indonesia.

Penutupan Kapitel Umum dan kunjungan terakhir Sr. Materna ke Indonesia di bulan Juli 2017.

Kami berdoa agar Suster sudah bisa bergabung dengan orangtua dan sanak saudara dan lebih-lebih Keluarga Kudus yang  selalu Suster doakan.

Terimakasih kepada Sr. Sili Bouka ADM yang telah mengizinkan kami dari Indonesia bisa pergi ke Negeri Belanda untuk menemani beliau.

Setiap sore, almarhumah Suster Materna selalu mengajak kami berdoa Rosario dalam bahasa Indonesia.

Sr. Vera ADM (perawat) dan Sr. Maria, Dewan Regio Timur diutus ke Belanda.

Kredit foto: Dokumentasi ADM Indonesia.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply