Impossible is Nothing

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:26b
=========================
“Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

impossible is nothing

Belum lama ini Adidas meluncurkan kampanye terbaru mereka yang memfokuskan pada kisah-kisah perjuangan pemain bola mengatasi segala keterbatasan mereka dan mencapai sukses dari kemustahilan. Kampanye itu bertema “Impossible is Nothing”. Salah satu kisah yang diangkat adalah mengenai Lionel Messi. Messi terbilang pendek untuk menjadi seorang pemain sepakbola. Ia memiliki kelainan hormon yang membuatnya tidak bisa tumbuh normal. Messi menggambarkan dirinya bagaikan liliput di tengah raksasa seperti gambar di sebelah kiri. Secara logika, Messi tidak mungkin bisa sukses sebagai seorang pemain sepak bola. Tapi Messi terus berjuang, dia belajar mengolah bola di atas rumput. Sebagai orang yang lebih pendek dari rata-rata, ia punya gerakan yang lebih lincah dan liat. Kini Messi dikenal sebagai seorang pemain sepak bola paling top di dunia dengan gocekan maut. Gerakannya meliuk-liuk sulit dihentikan oleh pemain lawan. “Now I realize, sometimes bad things can turn out good. Impossible is nothing”, demikian Messi mengakhiri kisahnya.

Ada banyak orang yang terus menerus menyesali keterbatasan mereka. Mereka menganggap bahwa keterbatasan dan kelemahan mereka adalah takdir dari Tuhan yang membuat mereka tidak akan pernah bisa sukses. “Saya tidak seberuntung mereka.. saya tidak bisa apa-apa..” Apa benar Tuhan berlaku tidak adil, di satu sisi memberikan seseorang banyak keistimewaan namun di sisi lain memberikan yang lain sesuatu yang tidak sempurna? Tidak. Kalau bicara takdir, Tuhan mentakdirkan semua manusia untuk berhasil dalam hidupnya. Bentuk talenta yang diberikan Tuhan berbeda-beda kepada setiap orang. Memiliki keterbatasan bukanlah akhir dari segala-galanya, melainkan awal dari sebuah kuasa Tuhan dinyatakan di dalamnya. Literally, to God, impossible is nothing.

Ketika Daud masih bocah kemerah-merahan, ia dihadapkan pada situasi berat yang bisa membuat hidupnya berakhir tragis. Daud terbakar ketika mendengar intimidasi Goliat, Pendekar Filistin dari Gat yang posturnya tinggi besar bak raksasa. Goliat menganggap dirinya begitu hebat. Melihat bangsa yang tubuhnya kecil-kecil, ia pun sombong dan menganggap remeh mereka. Mendengar itu, Daud merasa kesal dan berkata: “Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” (1 Samuel 17:26b). Iman Daud sudah begitu hebat sejak masa kecilnya. Ia pun bertekad untuk menghadapi Goliat, pendekar Filistin. Jika kita baca baik-baik, ayat di atas bukanlah menggambarkan kesombongan, namun karena ia yakin akan kuasa Tuhan. Ia yakin bahwa ketika Tuhan ada bersamanya, maka segala sesuatu tidaklah ada yang mustahil. Kita tahu bagaimana kelanjutannya. Daud sukses mengalahkan Goliat, mengatasi segala kemustahilan, bukan karena kehebatannya, melainkan karena ada Allah yang hidup bersamanya.

Allah yang bersama kita, Allah Abraham, Ishak dan Yakub bukanlah Allah yang mati, melainkan Allah yang hidup dan Allah dari orang-orang hidup. Yesus mengatakan demikian: “…tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” (Matius 22:31-32). Ada Allah yang hidup bersama orang hidup, itu membuat segalanya menjadi mungkin. Firman Tuhan berkata bahwa “tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!” (Matius 9:23). Kepada Yeremia, Tuhan juga berkata hal yang sama. “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?”(Yeremia 32:27).

Sepanjang Alkitab kita berulang-ulang menyaksikan bagaimana kuasa Allah turun atas manusia dari berbagai latar belakang dengan kelemahan dan keterbatasan masing-masing, termasuk kisah Daud dan Goliat di atas. Ada begitu banyak catatan mengenai bagaimana Tuhan bekerja membuktikan kuasaNya yang tak terbatas. Kata “Impossible is nothing” menjadi begitu nyata lewat tangan Tuhan. Ayub pun mengakui hal ini dan berkata “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2). Ya, tidak ada satupun hal yang mustahil bagi Tuhan. Dan ketika kita yang hidup memiliki Tuhan yang hidup, tidak ada satupun hal yang mustahil bagi kita, orang percaya.

Ketika anda merasakan adanya keterbatasan dan kelemahan dalam diri anda, ingatlah bahwa justru kuasa Tuhan menjadi sempurna di dalamnya. (2 Korintus 12:9). Ada begitu banyak bukti sepanjang isi Alkitab. Dan semua itu ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, agar kita tidak putus pengharapan, agar kita mampu terus tekun meski kita terbatas dan lemah. “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” (Roma 15:4). Jika Tuhan mampu menyatakan kuasaNya mengatasi kemustahilan dari sudut pandang manusia berkali-kali di waktu lalu, hari ini pun Tuhan sanggup! Tidak ada manusia yang sempurna. Tetaplah bersyukur dan mari buktikan bahwa di dalam kelemahan kita kuasa Tuhan justru menjadi sempurna.

Impossible is nothing, nothing is impossible

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply