Iman yang Hidup


YESUS berada di Kana yang di Galilea, ketika seorang pegawai istana datang memohon kepadaNya, agar Ia berkenan menyembuhkan anaknya yang sakit di Kapernaum. Yesus tidak pergi bersamanya untuk menyembuhkan anaknya, melainkan hanya bersabda bahwa anaknya hidup. Berbekal kepercayaan yang besar kepada sabda Yesus, ia pun pulang dan mendapatkan anaknya mengalami kesembuhan. Imannya yang besar tidak hanya menyelamatkan anaknya, tapi juga seluruh anggota keluarganya.


Bila saat ini kita sedang mengalami badai persoalan yang tak kunjung selesai, hendaknya kita tetap menaruh keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan. Jangan pernah mendiktekan kehendak kita kepadaNya, karena hanya Ia yang paling mengetahui apa yang tepat dan terbaik untuk kita. Jangan pula bertumpu kepada mukjizat atau bukti nyata karena iman seperti ini merupakan iman yang dangkal, yang akan meredup dan mati saat keinginan kita tidak terwujud. Kuasa Tuhan sungguh besar, jauh melampaui pikiran manusia, tiada yang mustahil bagiNya. Bersabarlah dalam menantikan pertolongan daripadaNya, karena Ia bekerja dengan caraNya dan seturut waktuNya.


Menyadari kelemahan kita, mari dengan rendah hati datang kepadaNya, mohon rahmatNya agar kita semakin bertumbuh di dalam iman dan harapan kepadaNya. Dengan demikian kita dimampukan untuk tetap mempertahankan kesetiaan kita kepadaNya meskipun perahu kehidupan kita terombang-ambing oleh badai yang mengelora di sekitar kita.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: