Iman Sejati Tidak Menuntut Tanda

AHLI Taurat dan orang Farisi menuntut tanda indrawi sebagai bukti nyata bahwa Yesus adalah Mesias dan utusan Allah. Yesus menolak permintaan mereka karena selama ini pun Yesus telah melakukan berbagai mukjizat. Kedegilan menyebabkan mata hati mereka tertutup sehingga mereka tidak mengenali kehadiran Allah di dalam diri Yesus.

Sabda pada hari ini mengundang kita untuk introspeksi diri: apakah selama ini kita hanya mencari dan mengejar tanda dan mukjizatNya saja? Sadari bahwa penderitaan, wafat dan kebangkitan Yesus adalah tanda agung keselamatan kita. Berkat pengurbananNya, maut dikalahkan, sehingga kematian bukan akhir dari segalanya melainkan awal dari sebuah kehidupan baru bersamaNya.

Bersyukurlah bahwa kita memiliki Allah yang sungguh maha baik dan maha rahim. Oleh sebab itu, marilah bertobat dan ubah sikap hidup kita:

Tumbuhkan iman sejati dengan tekun membaca, mendengarkan dan merenungkan SabdaNya serta setia melaksanakan SabdaNya di dalam kehidupan sehari-hariBukalah hati dan perkenankan Roh Kudus memimpin hidup kita agar derap langkah kita selaras dengan kehendakNya.

Semoga kelak kita layak untuk memasuki kerajaanNya dan hidup berbahagia bersamaNya untuk selama-lamanya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: