Iman Sejati


SEORANG perempuan Siro-Fenesia datang kepada Yesus, memohon agar anaknya yang kerasukan roh jahat dipulihkan. Tak dihiraukannya perkataan Yesus yang ‘pedas’, ia hanya meminta diberikan sekedar ‘remah-remah’ yang layak untuknya. Kegigihan, kerendahan hati dan imannya yang teguh, membuahkan hasil. Dengan sabdaNya, Yesus membebaskan anaknya dari kekuasaan roh jahat.


Kisah Injil pada hari ini, mengundang kita untuk memiliki iman sejati, yang tidak luntur terhadap berbagai ujian kehidupan. Kendati kekecewaan, kegagalan, permasalahan, penderitaan dan sakit penyakit silih berganti menyelimuti kehidupan kita, hendaknya kita tetap berdiri tegak dan percaya kepadaNya. Bahkan juga di saat kita merasa seolah-olah Yesus diam membisu, dan tidak menanggapi permohonan kita; janganlah putus asa, teruslah berharap kepadaNya. Datang ke hadapanNya dengan kerendahan hati dan penuh kerinduan serta tak henti-henti berseru kepadaNya. Sambil menantikan jawabanNya dengan sabar, senantiasalah menumbuhkan cara berpikir positif, terus berupaya dan berjuang semaksimal mungkin untuk mencari jalan keluarnya.


Sadari bahwa kuasaNya tak terbatas, tiada yang mustahil bagiNya. Ia pasti akan memimpin dan mengarahkan kita menuju kepada penggenapan rencanaNya yang terindah dan terbaik bagi kita masing-masing, seturut waktuNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: