Iman dan Kesabaran

Ayat Bacaan: Ibrani 6:12
==================
“agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”

Seorang teman baru saja mengeluhkan rumah yang ia beli. Rumahnya belum genap berusia setahun sejak dibeli, cicilan masih panjang, tetapi rumahnya sudah retak-retak dan anjlok, diduga karena pondasinya tidak cukup kokoh dan bahan-bahan bangunan yang dipergunakan berkualitas buruk. Ia menyesal terburu-buru membeli rumah tanpa memeriksa terlebih dahulu kondisinya dengan baik. Sebelumnya ada juga teman yang membeli rumah second tanpa memeriksa kelengkapan rekening dari pemilik lama. Setelah ia beli, ternyata pemilik lama tidak membayar listrik selama tiga bulan dan ia yang harus terkena dampaknya. Belum lagi beberapa orang menerornya karena pemilik lama punya hutang dan kartu kredit yang belum dilunasi. Teman yang satu ini pun harus repot karena terburu-buru.

Seringkali apa yang menghambat kita bukan hal-hal lainnya tetapi justru kesabaran. Kita cenderung kurang sabar dalam melakukan atau menghadapi sesuatu, dan akibatnya kerugian pun datang, atau malah mungkin juga kita malah menambah masalah lain. Meminjam kalimat dari lirik lagu karangan Guns n Roses, mereka mengatakan “All we need is just a little patience.” Dan itulah yang memang sering menjadi letak permasalahannya. Kesabaran menjadi sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi sangat sulit untuk diterapkan. Hampir di setiap lini kehidupan kita bertemu dengan situasi-situasi dimana kesabaran kita harus diuji. Dan seringkali apa yang menentukan berhasil tidaknya kita melewati ujian-ujian itu adalah faktor kesabaran kita.

Dalam hal kerohanian kesabaran pun menjadi hal yang sangat penting. Ada banyak orang yang sudah berjalan dengan iman. Mereka sudah menerapkan hidup kudus dan mau menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tetapi ada kalanya kita menjadi sulit bersabar saat apa yang kita harapkan seolah tidak kunjung datang atau ketika ketika kita memakai ukuran waktu kita sendiri. Pertanyaannya adalah,ketika anda sudah mencoba berjalan dengan iman tetapi tangan Tuhan terasa tidak kunjung turun untuk melepaskan anda dari berbagai masalah, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan terus berjalan dengan pengharapan penuh, atau anda akan tergoda untuk menyerah dan putus asa, atau segera mencari alternatif-alternatif lain meski itu sudah jauh bertentangan dengan ketetapan Allah? Sejauh mana tingkat kesabaran anda dalam menanti datangnya jawaban dariNya?

Firman Tuhan yang saya angkat sebagai ayat bacaan hari ini menggambarkan dengan jelas ada kaitan erat antara iman dan kesabaran yang sama pentingnya dalam urusan menerima sesuatu dari Tuhan. Entah itu berkat, pertolongan, pemulihan dan sebagainya, kedua hal ini merupakan poin yang sangat penting. Ketika banyak dari kita yang menuduh Tuhan berlaku tidak adil atau berlama-lama dalam menjawab doa kita, ketika kita mengira bahwa kita kurang penting di banding orang lain untuk didengar Tuhan, apa yang dikatakan Penulis Ibrani menjadi hal yang penting untuk dicamkan. Iman dan kesabaran akan sangat menentukan berhasil tidaknya kita memperoleh jawaban dari Tuhan dan segala yang baik yang mengikutinya.

Penulis kitab Ibrani berkata: “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibrani 6:10-12). Perhatikanlah bahwa disana dikatakan bahwa Tuhan itu bukannya tidak adil atau mengabaikan segala pekerjaan dan kasih sungguh-sungguh yang sudah kita lakukan, akan tetapi kita harus sadar bahwa ukuran waktu kita memang berbeda dengan waktunya Tuhan. Kita menganggap kita lebih tahu yang terbaik buat kita, tetapi sadarkah kita bahwa Tuhan yang menciptakan kita tentu jauh lebih tahu apa yang terbaik buat kita? Jika kita sudah memastikan bahwa kita hidup seturut dengan kehendakNya dan sudah berjalan dengan iman, tetapi kita merasa bahwa Tuhan rasanya terlalu lambat untuk turun tangan, sikap bersabar akan menjadi sangat penting untuk kita terapkan sepenuhnya.

Dan itulah yang dikatakan pula oleh Penulis Ibrani. Mari kita lihat sekali lagi bagian berikut: “agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (ay 12). Iman dan kesabaran, keduanya harus berjalan beriringan dan harus ada dalam diri kita. Satu tidak ada, maka kita akan gagal menerima apa-apa. Dalam Bahasa Inggrisnya dikatakan lebih rinci: “through faith (by their leaning of the entire personality on God in Christ in absolute trust and confidence in His power, wisdom, and goodness) and by practice of patient endurance and waiting.” Iman yang berakar pada pribadi Tuhan dalam Kristus dengan kepercayaan dan keyakinan penuh kepada kekuatanNya, kebijaksanaan dan kebaikanNya, lalu disertai pula dengan kesabaran dan ketahanan dalam menanti, yang bukan hanya sebatas kata-kata tetapi juga dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Sikap seperti inilah yang sebenarnya mampu menjamin kita untuk tidak buru-buru merasa putus asa dan kehilangan harapan. Kesabaran mampu memperkuat dan menopang iman kita hingga saatnya tiba untuk memperoleh apa yang diharapkan dari Tuhan.

Setelah kita merenungkan janji-janji Tuhan dan memiliki itu tertanam dalam roh dan jiwa kita lewat iman, selanjutnya kesabaranlah yang akan mendorong kita untuk terus bertahan dalam proses pendewasaan rohani yang berkesinambungan. Percayalah pada suatu saat nanti kesabaran akan mengantarkan kita kepada sebuah kesimpulan bahwa firman Tuhan tidak pernah gagal. Kesabaran membuat kita tidak akan pernah melangkah mundur karena ketakutan, tetapi sebaliknya akan memampukan kita untuk terus maju dalam iman sampai kita memperoleh jawaban dari Tuhan.

Lewat Yakobus kita menemukan ayat yang secara inspiratif mengingatkan hal yang sama. “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” (Yakobus 5:7). Ada begitu banyak tokoh dalam Alkitab yang sudah membuktikan bahwa kesabaran mereka akan berbuah manis pada akhirnya, sebaliknya ada banyak pula tokoh yang akhirnya gagal karena ketidaksabaran mereka, meski mereka sudah memulai segala sesuatu dengan baik. Sebaliknya kesabaran akan menghasilkan buah-buah yang manis.

Sangat baik jika kita sudah berjalan dengan firman Tuhan, menerapkan hidup selaras dengan kehendakNya dan mempercayai Tuhan sepenuhnya dalam urusan pemenuhan kebutuhan. Akan tetapi ketika hasil dari itu sepertinya lambat tiba, tetaplah bersabar dan gantungkan pengharapan sepenuhnya.Teruslah pegang firman Tuhan dengan kesabaran dan iman. Maka pada suatu ketika nanti, anda akan menerima penggenapan janji Tuhan sebagai sesuatu yang pasti.

Kesabaran dan iman sangat menentukan dalam menerima apa yang dijanjikan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply