Humor Jesuit (8): Pulau Terpencil

terdamparPanggilan SUATU hari seorang pastor paroki mengunjungi rumah umatnya. Keluarga tersebut memiliki seorang remaja laki-laki. Kedua orangtuanya khawatir akan pilihan karir anak tersebut nantinya. Pastor paroki mereka mengatakan bahwa ia memiliki sebuah tes sederhana yang bisa memprediksi masa depan remaja tersebut. Pastor meminta mereka agar menempatkan tiga benda di atas meja dan membiarkan anak itu memilih mana yang ingin dimilikinya: alkitab, dompet, atau sebotol wiski. Jika anak itu memilih alkitab, ia mungkin akan menjadi seorang imam; jika ia memilih dompet, ia akan menjadi bankir; dan jika ia memilih wiski, ia mungkin menjadi pemalas yang luntang lantung saja. Maka kedua orangtua itu memanggil anaknya agar masuk ke ruangan, dan pastor mengatakan bahwa ia bisa memiliki objek mana saja yang dia kehendaki. Ketika anak itu segera meraih ketiga barang tersebut, pastor paroki itu spontan berteriak, “Wah, dia akan menjadi Jesuit!” (Baca juga: Humor Jesuit 7: Tukang Cukur) ——————– Pulau Terpencil SEORANG imam Jesuit, Dominikan, dan Trappis terdampar di sebuah pulau terpencil. Mereka menemukan sebuah lampu ajaib, dan setelah diskusi mereka putuskan untuk menggosok lampur tersebut. Seketika seorang jin muncul di hadapan mereka dan menawarkan tiga permintaan yang akan dipenuhinya. Mereka memutuskan untuk adilnya masing-masing dari mereka memilih satu permintaan. Pastor Jesuit itu mengatakan bahwa ia ingin mengajar di universitas yang paling terkenal di dunia, dan seketika, ia menghilang! Pastor Dominikan meminta agar dia bisa berkhotbah di gereja terbesar di dunia, dan ia pun menghilang! Kemudian pastor Trappist itu berkata, “Ah, saya sudah mendapatkan keinginan saya!” Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

terdampar

Panggilan

SUATU hari seorang pastor paroki mengunjungi rumah umatnya. Keluarga tersebut memiliki seorang remaja laki-laki. Kedua orangtuanya khawatir akan pilihan karir anak tersebut nantinya. Pastor paroki mereka mengatakan bahwa ia memiliki sebuah tes sederhana yang bisa memprediksi masa depan remaja tersebut.

Pastor meminta mereka agar menempatkan tiga benda di atas meja dan membiarkan anak itu memilih mana yang ingin dimilikinya: alkitab, dompet, atau sebotol wiski.

Jika anak itu memilih alkitab, ia mungkin akan menjadi seorang imam; jika ia memilih dompet, ia akan menjadi bankir; dan jika ia memilih wiski, ia mungkin menjadi pemalas yang luntang lantung saja.

Maka kedua orangtua itu memanggil anaknya agar masuk ke ruangan, dan pastor mengatakan bahwa ia bisa memiliki objek mana saja yang dia kehendaki.

Ketika anak itu segera meraih ketiga barang tersebut, pastor paroki itu spontan berteriak, “Wah, dia akan menjadi Jesuit!” (Baca juga: Humor Jesuit 7: Tukang Cukur)

——————–

Pulau Terpencil

SEORANG imam Jesuit, Dominikan, dan Trappis terdampar di sebuah pulau terpencil. Mereka menemukan sebuah lampu ajaib, dan setelah diskusi mereka putuskan untuk menggosok lampur tersebut.

Seketika seorang jin muncul di hadapan mereka dan menawarkan tiga permintaan yang akan dipenuhinya. Mereka memutuskan untuk adilnya masing-masing dari mereka memilih satu permintaan.

Pastor Jesuit itu mengatakan bahwa ia ingin mengajar di universitas yang paling terkenal di dunia, dan seketika, ia menghilang!

Pastor Dominikan meminta agar dia bisa berkhotbah di gereja terbesar di dunia, dan ia pun menghilang!

Kemudian pastor Trappist itu berkata, “Ah, saya sudah mendapatkan keinginan saya!”

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply