Humor Jesuit (7): Tukang Cukur

tukang cukur by istSahabat Yesus SUATU hari di musim dingin di Bethlehem, tak lama setelah dilahirkan, Yesus berbaring tidur di palungan. Terbangun dari tidur siangnya, Ia membuka matanya. Tampak sapi dan keledai berdiri di sampingNya, dan Ia berkata dalam hati kepada diri sendiri, “Jadi inilah Sahabat Yesus!” (SJ – Serikat Jesus diartikan Sahabat Yesus) —————— Potong Rambut SEORANG pastor Fransiskan pergi potong rambut, setelah selesai ia bertanya berapa biayanya. Tukang cukur itu menjawab bahwa ia tidak memungut bayaran dari seorang pastor. Pastor Fransiskan itu berterima kasih kepada si tukang cukur dan pulang. Keesokan paginya ketika datang membuka tokonya, si tukang cukur menemukan sekeranjang besar roti segar kiriman dari dapur biara Fransiskan. Berikutnya seorang pastor Agustinian (OSA) pergi ke tukang cukur yang sama. Setelah rambutnya dipotong, ia mau membayar. Tetapi tukang cukur itu menjelaskan bahwa terhadap pastor ia memberikan pelayanan gratis. Keesokan harinya si tukang cukur menerima sebotol anggur enak yang dikirim dari biara Agustinian. (Baca juga: Humor Jesuit 6) Seorang pastor Jesuit juga kebetulan potong rambut di tempat tersebut. Sewaktu ia mau membayar, si tukang cukur menjelaskan bahwa biayanya gratis untuk para biarawan. Keesokan paginya ketika si tukang cukur datang membuka tokonya, ada dua belas Jesuit yang sudah datang menunggunya. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

tukang cukur by ist

Sahabat Yesus

SUATU hari di musim dingin di Bethlehem, tak lama setelah dilahirkan, Yesus berbaring tidur di palungan. Terbangun dari tidur siangnya, Ia membuka matanya. Tampak sapi dan keledai berdiri di sampingNya, dan Ia berkata dalam hati kepada diri sendiri, “Jadi inilah Sahabat Yesus!” (SJ – Serikat Jesus diartikan Sahabat Yesus)

——————

Potong Rambut

SEORANG pastor Fransiskan pergi potong rambut, setelah selesai ia bertanya berapa biayanya. Tukang cukur itu menjawab bahwa ia tidak memungut bayaran dari seorang pastor.

Pastor Fransiskan itu berterima kasih kepada si tukang cukur dan pulang. Keesokan paginya ketika datang membuka tokonya, si tukang cukur menemukan sekeranjang besar roti segar kiriman dari dapur biara Fransiskan.

Berikutnya seorang pastor Agustinian (OSA) pergi ke tukang cukur yang sama. Setelah rambutnya dipotong, ia mau membayar. Tetapi tukang cukur itu menjelaskan bahwa terhadap pastor ia memberikan pelayanan gratis. Keesokan harinya si tukang cukur menerima sebotol anggur enak yang dikirim dari biara Agustinian. (Baca juga: Humor Jesuit 6)

Seorang pastor Jesuit juga kebetulan potong rambut di tempat tersebut. Sewaktu ia mau membayar, si tukang cukur menjelaskan bahwa biayanya gratis untuk para biarawan. Keesokan paginya ketika si tukang cukur datang membuka tokonya, ada dua belas Jesuit yang sudah datang menunggunya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply