Humor Jesuit (4)

mobil tabrakan by the guardianVisi TIGA orang pastor –masing-masing seorang Jesuit, Dominikan, dan Fransiskan—sekali waktu tengah berjalan bersama dan lama mereka meniti jalan sembari asyik berdiskusi. Tiba-tiba, di hadapan mereka muncul Keluarga Kudus. Bayi Yesus berada di palungan, dengan Maria dan Yosep berdoa di sampingNya. Pastor Fransiskan langsung berlutut menundukkan wajahnya ke tanah, menyerukan kekagumannya melihat bagaimana Tuhan telah lahir dalam kemiskinan. Pastor Dominikan juga ikut berlutut, sambil memuji refleksi indah Trinitas dan Keluarga Kudus. Sedangkan si pastor Jesuit berjalan ke arah Yosep, melingkarkan tangan di bahunya dan bertanya, “Apakah Anda sudah memikirkan akan menyekolahkannya kemana?”  (Baca juga: Humor Jesuit (3) —————– Mengemudi dan Alkohol SUATU saat seorang pastor jesuit mengalami tabrakan dengan mobil lain. Ternyata mobil tersebut dikendarai oleh pastor Fransiskan. “Ini salah saya,” masing-masing dari mereka mengakui kesalahan – hal yang diharapkan dilakukan oleh seorang imam religius. Pastor Jesuit menunjukkan kepeduliannya terhadap pastor Fransiskan tersebut. “Saudara tampak sangat terguncang. Mungkin Anda perlu minum sedikit untuk menenangkan diri,” katanya sambil menyodorkan minuman brandy. Pastor Fransiskan itu minum dan berkata, “Terima kasih saudaraku. Saya merasa lebih baik sekarang.” Pastor Jesuit itu menuangkan sedikit brandy lagi, “Anda masih terlihat sedikit kaget, silakan minum lagi.” Setelah minum seteguk lagi, pastor Fransiskan itu berkata, “Saudaraku, Anda tentunya juga terguncang akibat kecelakaan ini. Mengapa Anda tidak minum juga.” “Oh, saya akan minum,” jawab si pastor Jesuit dan menambahkan, “tapi saya akan menunggu setelah polisi datang menyelesaikan ini.” Kredit foto: Ilustrasi (The Guardian)

mobil tabrakan by the guardian

Visi

TIGA orang pastor –masing-masing seorang Jesuit, Dominikan, dan Fransiskan—sekali waktu tengah berjalan bersama dan lama mereka meniti jalan sembari asyik berdiskusi. Tiba-tiba, di hadapan mereka muncul Keluarga Kudus. Bayi Yesus berada di palungan, dengan Maria dan Yosep berdoa di sampingNya.

Pastor Fransiskan langsung berlutut menundukkan wajahnya ke tanah, menyerukan kekagumannya melihat bagaimana Tuhan telah lahir dalam kemiskinan.

Pastor Dominikan juga ikut berlutut, sambil memuji refleksi indah Trinitas dan Keluarga Kudus.

Sedangkan si pastor Jesuit berjalan ke arah Yosep, melingkarkan tangan di bahunya dan bertanya, “Apakah Anda sudah memikirkan akan menyekolahkannya kemana?”  (Baca juga: Humor Jesuit (3)

—————–
Mengemudi dan Alkohol

SUATU saat seorang pastor jesuit mengalami tabrakan dengan mobil lain. Ternyata mobil tersebut dikendarai oleh pastor Fransiskan.

“Ini salah saya,” masing-masing dari mereka mengakui kesalahan – hal yang diharapkan dilakukan oleh seorang imam religius.

Pastor Jesuit menunjukkan kepeduliannya terhadap pastor Fransiskan tersebut. “Saudara tampak sangat terguncang. Mungkin Anda perlu minum sedikit untuk menenangkan diri,” katanya sambil menyodorkan minuman brandy.

Pastor Fransiskan itu minum dan berkata, “Terima kasih saudaraku. Saya merasa lebih baik sekarang.”

Pastor Jesuit itu menuangkan sedikit brandy lagi, “Anda masih terlihat sedikit kaget, silakan minum lagi.”

Setelah minum seteguk lagi, pastor Fransiskan itu berkata, “Saudaraku, Anda tentunya juga terguncang akibat kecelakaan ini. Mengapa Anda tidak minum juga.”

“Oh, saya akan minum,” jawab si pastor Jesuit dan menambahkan, “tapi saya akan menunggu setelah polisi datang menyelesaikan ini.”

Kredit foto: Ilustrasi (The Guardian)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply