Humor Jesuit (2)

tanpa listrik by kabar banguwangiPanggilan SEORANG ibu pergi menemui pastor paroki dan menceritakan bahwa puteranya tampak mengaku tertarik ingin menjadi imam. Ibu itu bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pastor. Pastor paroki itu mulai menjelaskan. “Jika anak Ibu ingin menjadi seorang imam diosesan, dia harus belajar selama delapan tahun. Kalau dia ingin menjadi seorang Fransiskan, dia perlu belajar selama sepuluh tahun. Dan kalau dia ingin menjadi seorang Jesuit, dia harus belajar selama empat belas tahun.” Ibu itu menyimak perkataan pastor paroki tersebut dengan cermat, seketika dengan mata berbinar dia menyahut. “Kalau begitu puteraku cocok masuk yang terakhir itu Pastor. Dia sedikit lamban!” (Baca juga:  Humor Jesuit (1) Ketika Listrik Padam SEORANG pastor Fransiskan, Dominikan, dan Jesuit sedang duduk bersama di kamar baca ketika mendadak listrik padam. Pastor Fransiskan langsung berkata, “Saudara-saudaraku, mari kita menggunakan kesempatan ini untuk berefleksi berkat terang yang selama ini kita miliki.” Pastor Dominikan menimpali, “Ya, selain itu mari kita juga merenungkan perbedaan antara terang dan gelap.” Sementara itu, pastor Jesuit bangkit berdiri dan pergi ke ruang bawah, menemukan kotak sekering, dan menaikkan sekering yang jatuh. Kredit foto: Ilustrasi (Kabar Banyuwangi)

tanpa listrik by kabar banguwangi

Panggilan

SEORANG ibu pergi menemui pastor paroki dan menceritakan bahwa puteranya tampak mengaku tertarik ingin menjadi imam. Ibu itu bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pastor.

Pastor paroki itu mulai menjelaskan.

“Jika anak Ibu ingin menjadi seorang imam diosesan, dia harus belajar selama delapan tahun. Kalau dia ingin menjadi seorang Fransiskan, dia perlu belajar selama sepuluh tahun. Dan kalau dia ingin menjadi seorang Jesuit, dia harus belajar selama empat belas tahun.”

Ibu itu menyimak perkataan pastor paroki tersebut dengan cermat, seketika dengan mata berbinar dia menyahut. “Kalau begitu puteraku cocok masuk yang terakhir itu Pastor. Dia sedikit lamban!” (Baca juga:  Humor Jesuit (1)

Ketika Listrik Padam

SEORANG pastor Fransiskan, Dominikan, dan Jesuit sedang duduk bersama di kamar baca ketika mendadak listrik padam.

Pastor Fransiskan langsung berkata, “Saudara-saudaraku, mari kita menggunakan kesempatan ini untuk berefleksi berkat terang yang selama ini kita miliki.”

Pastor Dominikan menimpali, “Ya, selain itu mari kita juga merenungkan perbedaan antara terang dan gelap.”

Sementara itu, pastor Jesuit bangkit berdiri dan pergi ke ruang bawah, menemukan kotak sekering, dan menaikkan sekering yang jatuh.

Kredit foto: Ilustrasi (Kabar Banyuwangi)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply