Hukum Kasih Mengatasi Segalanya

ORANG Farisi selalu menjalankan berbagai peraturan keagamaan dengan ketat, tanpa mempedulikan apakah akibatnya menyebabkan penderitaan kepada sesama. Tanpa belas kasih sedikit pun, mereka mencela tindakan murid-murid Yesus yang karena lapar memetik bulir gandum pada hari Sabat.

Mendengar celaan yang dilontarkan oleh orang Farisi, Yesus pun membela para muridNya. Lewat pembelaanNya, Yesus mengajarkan kita untuk bersikap kritis dan bijaksana dalam menerapkan peraturan. Pahami bahwa tujuan peraturan dibuat adalah untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia. Jadi, jangan sampai kita menjunjung tinggi peraturan keagamaan namun mengabaikan nilai kemanusiaan. Karena bagi Tuhan, ketaatan kita dalam melaksanakan berbagai peraturan gereja tidak ada artinya jika sikap hidup kita bertentangan dengan ajaran kasihNya.

Mari mohon rahmatNya agar kita dimampukan untuk senantiasa mengutamakan kasih di sepanjang hidup kita.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: