Hukum Kasih Mengatasi Hukum Sabat


MENURUT tradisi orang Yahudi, hari Sabat adalah hari yang diperuntukkan bagi Tuhan, hari untuk beribadah kepadaNya, sehingga setiap orang Yahudi harus berhenti dari segala pekerjaan. Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan hukum Sabat, orang Farisi membuat sedemikian banyak peraturan yang begitu terperinci. Namun akibat mengejar kesempurnaan dalam menjalankan hukum Sabat, tindakan mereka jauh menyimpang dari hukum utama yakni Hukum Kasih.


Lewat bacaan hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita semua agar bijaksana dalam menerapkan peraturan. Peraturan dibuat untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia bukan untuk membelenggu, membebani atau menindas manusia. Jangan sampai keterikatan kita kepada peraturan menjadi penghalang persatuan kita dengan Tuhan dalam ikatan cinta kasih.


Marilah kita memohon pimpinanNya, agar sikap dan tindakan kita selalu dijiwai oleh kasihNya sehingga kita dapat hidup kudus, tak bercela di hadapanNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: