Cardinal-Jean-Louis-Tauran-au-nom-du-prochain-pape_article_main

“Pikiran yang ingin kami bagikan kepada kalian pada kesempatan ini, saudara-saudari Muslim yang terkasih, menyangkut aspek penting hubungan antara umat Kristen (baca: Katolik) dan Muslim: kebutuhan untuk berubah dari persaingan menjadi kerja sama.”

Pernyataan itu disampaikan dalam Pesan untuk Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H atau 2018 M yang dikeluarkan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama dengan judul “Kristen dan Muslim: Dari Persaingan menuju Kerja Sama.”

Dalam pesan yang sama dewan kepausan itu mengungkapkan juga penghargaan atas pentingnya bulan Ramadan dan upaya umat Islam di seluruh dunia untuk berpuasa, berdoa dan membagikan karunia Allah Yang Maha Kuasa kepada orang miskin.

Pesan yang ditandatangani di Vatikan, 20 April 2018, oleh Jean-Louis Kardinal Tauran dan Uskup Miguel Ángel Ayuso Guixot, M.C.C.I., masing-masing presiden dan sekretaris Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama itu menegaskan bahwa semangat persaingan telah terlalu sering menandai hubungan masa lalu antara orang Kristen dan Muslim.

Konsekuensi negatif akibat semangat itu, tulis pesan itu, adalah “kecemburuan, saling tuduh dan ketegangan,” dan dalam beberapa kasus menyebabkan konfrontasi penuh kekerasan, “terutama saat agama diperalat, terutama karena kepentingan pribadi dan motif-motif politik.”

Persaingan antaragama seperti itu, lanjut pesan dewan kepausan itu, “melukai citra agama dan pengikutnya, dan menumbuhkan pandangan bahwa agama bukanlah sumber perdamaian, tetapi sumber ketegangan dan kekerasan.”

Untuk mencegah dan mengatasi konsekuensi-konsekuensi negatif ini, tulis pesan itu, umat Kristen dan Muslim perlu mengingat kembali nilai-nilai agama dan moral yang mereka miliki bersama, sambil mengakui perbedaan-perbedaan mereka.

“Dengan mengakui apa yang kita miliki bersama dan menghormati perbedaan, kita dapat lebih kuat membangun landasan hubungan yang penuh damai, seraya berubah dari persaingan menjadi kerja sama efektif demi kebaikan bersama,” tulis pesan itu.

Menurut dewan kepausan itu, umat Katolik dan Muslim bersama-sama memiliki hak dan kewajiban untuk memberi kesaksian tentang Yang Mahakuasa, dan untuk membagikan kepercayaan mereka kepada sesama, sambil menghormati agama dan sentimen agama mereka.

Untuk bisa melanjutkan hubungan damai dan persaudaraan, tulis pesan itu, “marilah kita bekerja bersama dan saling menghormati. Dengan cara ini kita akan memuliakan Yang Maha Kuasa dan meningkatkan kerukunan dalam masyarakat, yang menjadi semakin multi-etnis, multi-agama dan multi-budaya.”

Dewan kepausan itu mengakhiri pesannya dengan kembali mengucapkan selamat menjalani puasa yang berbuah dan selamat merayakan ‘Id yang penuh sukacita, dan kami “memastikan kepada kalian solidaritas kami dalam doa.”(paul c pati)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.