HRIS: Di Masa Depan, Karyawan Harus Pintar Digital, Sosialisasi, dan Punya Networking Bagus (2)

HRIS 1BERBAGAI pengetahuan dan best practice perusahaan papan atas terkemuka di Indonesia dibagikan dalam kegiatan HRIS Expo & Conference 2014 yang digelar FKM-PPM Manajemen tangga 10-11 September 2014 di Jakarta. HRIS adalah Human Resources Information System.  (Baca juga: Penting, Penggunaan Sistem Informasi dalam Pengelolaan SDM (1) Keahlian yang dicari masa depan Lilis Halim, Consulting Direktur Tower […]

HRIS 1

BERBAGAI pengetahuan dan best practice perusahaan papan atas terkemuka di Indonesia dibagikan dalam kegiatan HRIS Expo & Conference 2014 yang digelar FKM-PPM Manajemen tangga 10-11 September 2014 di Jakarta.

HRIS adalah Human Resources Information System.  (Baca juga: Penting, Penggunaan Sistem Informasi dalam Pengelolaan SDM (1)

Keahlian yang dicari masa depan
Lilis Halim, Consulting Direktur Tower Watson Indonesia, menjelaskan keahlian yang dituntut perusahaan pada karyawannya di masa 5-10 tahun mendatang. Menurut dia, perhatian lebih dititikberatkan pada kemampuan berpikir tangkas, keahlian dalam bisnis digital, keahlian operasional global, dan kemampuan membangun relasi.

Perkembangan zaman perlu dicermati terus oleh perusahaan. Salah satunya, perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan psikografis karyawan. Lilis memberikan contoh menarik bahwa karyawan yang masuk golongan Generasi Y meminta fasilitas wi-fi dan dana pinjaman untuk pembelian laptop, di atas fasilitas lain yang ditawarkan.

Dalam bagian lain, Lilis memaparkan data hasil riset wawancara terhadap 350 CEO di Indonesia. Keahlian karyawan sekarang dianggap masih belum menyesuaikan dengan kondisi terkini. Ibaratnya sebagian besar perusahaan masih berwawasan abad 20 belum 21. Tantangan yang dihadapi sekarang meliputi keamanan, ketidakserasian struktural, kesenjangan keahlian, dan ketidaksinambungan.

Selanjutnya George Ho dari Tower Watson yang berasal dari Singapura menjelaskan bahwa teknologi HRIS akan mengarah ke (1) cloud computing SaaS (Software as a Service), (2) going mobile, dan (3) consumer grade HR Application Experience. Komputer desktop diramalkan akan tidak digunakan dalam waktu dekat, informasi akan disharing melalui perlengkapan mobile device (seperti laptop, smart phone).

Keahlian prognosis, tidak sekedar diagnosis
Selain dari perusahaan nasional, narasumber juga berasal dari multi nasional seperti
Irvandi Ferizal, HR Director Kraft Foods Indonesia yang termasuk dalam kelompok bisnis Mondelez International, salah satu produsen makanan ringan terbesar di dunia.

HRIS 1

Gunanya social networking: Untuk masa mendatang, skill lain yang dibutuhkan karyawan masa depan adalah kemampuannya berpikir tangkas, keahlian dalam bisnis digital, keahlian operasional global, dan kemampuan membangun relasi. (Dok. Royani Lim/Sesawi.Net)

HRIS 2

Tak lagi hanya sekedar kumpulan data fisik karyawan: Ke depan HRIS harus menjadi social technology and behavioral data. (Dok. Royani Lim/Sesawi.Net)

Irvandi mengemukakan pentingnya HRIS bagi keberhasilan perusahaan, tidak sekedar sebagai pengumpul data karyawan tetapi sebagai suatu teknologi untuk mengolah semua data besar perusahaan. Untuk mengolah HRIS diperlukan bukan hanya kemampuan diagnosis (analisis hal yang sudah terjadi), tetapi juga kemampuan prognosis (analisis hal yang mungkin akan terjadi).

Menurut Irvandi, pada awal penggunaan di dunia bisnis, HRIS hanya terbatas pada pengumpulan data untuk administrasi karyawan seperti masa kerja dan kompensasi. Kemudian berkembang menjadi talent management data dengan tambahan fitur evaluasi kinerja dan penilaian talent.

Sekarang HRIS dituntut menjadi social technology and behavioral data dengan fitur antara lain real time behavioral data dan professional dan social networks karyawan. Dengan kata lain, HRIS yang awalnya berupa laporan reaktif bertransformasi menjadi laporan proaktif, analitikal strategis, sampai menjadi analitikal prediktif.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply