Home Sweet Home

Ayat Bacaan: Lukas 2:51
====================
“Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka…”

Berapa banyak dari saudara yang merasa tumbuh di lingkungan keluarga yang kurang baik? pasti beberapa ada yang mengeluh, kenapa aku dilahirkan di keluarga miskin, kenapa aku mempunyai orang tua yang pemikirannya kolot dan keras, kenapa begini dan begitu. Dan kita tentunya berjanji pada diri kita sendiri untuk tidak menjadi seperti mereka suatu saat nanti.

Bagaimana dengan Yesus sendiri? yang merupakan teladan buat kita. Sejak dulu ia sudah membantu pekerjaan ayahnya yang seorang tukang kayu, ia juga tentunya dididik Taurat sebagai anak-anak Yahudi. Dan semua itu membentuk Yesus sebagai sosok Dia yang kita puja sekarang. Anda mungkin berpikir, Dia kan Tuhan, pastinya segala sesuatu tentang Dia sempurna. Tapi jangan salah dulu, Dia memiliki tubuh dan karakter seorang manusia, jadi siapa sosok Yesus, dipengaruhi juga oleh dimana dia bertumbuh.

Ketika Yesus berusia 12 tahun, Yesus merayakan Paskah di Yerusalem bersama kedua orang tuaNya. Yesus sempat tertinggal di Yerusalem, dan kemudian ditemukan di dalam Bait Allah setelah Maria dan Yusuf kembali lagi ke Yerusalem mencari Yesus. Ia tahu, Bait Allah adalah rumah BapaNya. Namun Ia juga sadar, bahwa Ia tercipta dalam tubuh manusianya 100% sama seperti sifat Ke-Tuhan-annya. Ia memiliki kewajiban untuk mengikut orang tuanya, maka Ia-pun pulang ke Nazaret untuk tetap hidup dalam naungan mereka.

Saudara, sifat Yesus ini perlu kita contoh. Tidak terkecuali apakah kita merasa terganggu dengan keadaan keluarga kita. Sebab diyakini atau tidak, keluargalah yang membentuk siapa kita. Kita tumbuh dan menjadi besar seperti saat ini adalah karena perawatan dari kedua orang tua kita. Kita menjadi seperti diri kita saat ini karena pengaruh keluarga. Mungkin kita merasa papa kita terlalu keras, tapi sadar tidak sadar itu membentuk kepribadian kita menjadi seorang yang lebih kuat. Belum tentu teman kita memiliki pribadi kuat seperti yang dimiliki oleh anak yang orang tuanya keras. Jika ada diantara saudara yang memilih untuk pergi dari rumah karena memiliki keluarga broken home, kembalilah kesana, dan dukung dalam doa. Sementara itu, lakukan apa yang menjadi kewajiban anda sebagai seorang anak dan tunjukkan bahwa ada kasih Tuhan mengalir bagi keluarga anda lewat diri anda sendiri.

Saudara, di keluarga seperti apapun kita bertumbuh, jadilah anak yang memiliki tanggung jawab seperti Tuhan kita, Yesus Kristus, disitu sebenarnya kita dibentuk menjadi siapa kita sekarang atau nantinya.

Anda merupakan bagian dari keluarga. Seperti apapun keadaan keluarga anda, bersyukurlah bahwa anda punya mereka.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply