His Eyes Is On The Sparow

Ayat bacaan: Matius 6:26
==================
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

his eyes is on the sparrow

Hari ini saya mendengar sebuah lagu di radio yang berjudul “His Eye is on the Sparrow” dibawakan oleh Lauryn Hill. Lagu ini tidak asing lagi bagi kita, karena sudah dibawakan oleh banyak artis dari satu generasi ke generasi lainnya sejak lagu ini pertama kali ditulis pada tahun 1905. Betapa melegakannya mendengar lirik-lirik dari lagu ini yang terus mengingatkan kita agar tidak perlu takut atau khawatir dalam keadaan apapun, sebab ada Tuhan yang selalu mengawasi kita. Sepenggal liriknya berbunyi seperti ini:
Why should I feel discouraged, why should the shadows come,
Why should my heart be lonely, and long for heaven and home,
When Jesus is my portion? My constant friend is He:
His eye is on the sparrow, and I know He watches me

Lagu ini sepertinya terinspirasi dari kata-kata Yesus dalam Injil Matius dalam beberapa kesempatan yang mengambil permisalan lewat burung-burung untuk mengingatkan kita bahwa Tuhan peduli dan akan selalu ada beserta kita. “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26). Ini pesan yang sangat penting tapi disampaikan dengan cara yang sangat sederhana dengan mengambil contoh dari burung-burung yang setiap hari kita dengar suaranya dan kita lihat terbang di udara atau hinggap di dahan-dahan pohon. Pernahkah kita sadari bahwa burung juga ada dalam lindungan Tuhan? Burung yang kita lihat sehari-hari rata-rata berukuran kecil dan  secara fisik sangat lemah. Mereka sering terancam bahaya bukan saja lewat burung-burung pemangsa yang lebih besar tetapi juga dari manusia yang bisa menembaki mereka hanya karena iseng-iseng saja. Tetapi lihatlah bahwa sebenarnya mereka diberi makan dan dipelihara hidupnya oleh Tuhan. Jika burung saja ada dalam perhatian Tuhan, apalagi manusia yang Dia ciptakan secara sangat istimewa sesuai gambar dan rupaNya dan sangat Dia kasihi?

Dalam beberapa pasal berikutnya kembali kita jumpai Yesus mengingatkan kita akan penyertaan Tuhan lewat contoh burung. “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.” (Matius 10:29). Kali ini Yesus berbicara secara lebih spesifik dengan mengambil contoh burung pipit, seekor burung kecil yang lemah dan sangat murah harganya. Hidup burung-burung ini pun ada dalam pemeliharaan Tuhan dan semua yang terjadi pada mereka tidak satupun yang luput dari kehendak Tuhan. Jika burung pipit atau sparrows saja Tuhan pelihara, mengapa kita tidak? Ada banyak orang yang hidup dicekam ketakutan akan berbagai macam sebab, dan tidak tertutup kemungkinan kehidupan penuh kekhawatiran seperti itu pun dialami oleh orang-orang percaya, yang seharusnya punya cukup iman untuk tidak merasa takut. Jika kita benar-benar membaca Alkitab sejak awal kitab Kejadian, seharusnya kita sudah bisa memahami betapa kita ini merupakan ciptaan yang sangat istimewa di mata Tuhan. Tetapi tidak jarang pula berbagai ketakutan dengan segera membuat kita lupa akan hal itu. Dan Yesus pun merasa perlu untuk kembali menegaskan bahwa kita sesungguhnya berharga di mata Bapa, jauh lebih berharga dibandingkan burung pipit. “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (ay 31)

Dalam kitab Amsal kita menemukan sebuah ayat yang menunjukkan bahwa mata Tuhan senantiasa mengawasi dan mengamati siapapun kita. “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” (Amsal 15:3). Tidak seperti kita yang memiliki penglihatan terbatas, Tuhan sama sekali tidak terbatas dan bisa memandang segalanya dalam saat yang sama. Dan dalam kitab Yesaya kita bisa menemukan firman Tuhan lainnya: “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.” (Yesaya 49:16). Semua ini seyogyanya mengingatkan kita agar kita tidak perlu khawatir biar badai sebesar apapun tengah melanda kita saat ini, karena Tuhan selalu mengawasi kita dan berada bersama dengan kita.

Bagi saya pribadi ayat-ayat di atas tidak pernah gagal memberi kekuatan ketika saya tengah berbeban berat. Contoh burung yang dipakai Yesus sungguh sangat sederhana dan mudah kita pahami. Dan saya menyadari betul, apabila burung saja Tuhan perhatikan, mengapa saya dan anda tidak? Mengacu dari begitu banyak firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita adalah ciptaanNya yang istimewa yang sangat Dia kasihi, dan mengacu kepada perkataan Yesus sendiri, yakinlah bahwa kita tidak akan pernah lepas dari ruang pandang Tuhan. Dia selalu ada bersama kita bahkan dalam keadaan tersulit sekalipun. Jika ada diantara teman-teman yang merasa khawatir atau takut akan sesuatu hari ini, pandanglah burung di langit. Burung-burung itu semuanya diperhatikan Tuhan, dan ketika kita menyadari bahwa kita jauh lebih berharga dibandingkan burung-burung tersebut, kita pun seharusnya bisa yakin sepenuhnya terhadap penyertaan Tuhan atas diri kita. His eye is on the sparrow, and I know He watches me.
Don’t be afraid, for God’s eyes is always upon us

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply