Hindari Sikap Munafik

0
325

Ayat bacaan: Markus 12:38
====================
“Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar”

hindari sikap munafik

Memakai atribut keagamaan tetapi mempertontonkan perilaku yang jauh dari terpuji menjadi tontonan yang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku kasar, menunjukkan sikap penuh kebencian dan kekerasan tanpa segan bahkan tidak jarang pula sambil menyebut-nyebut nama Tuhan. Mutlaknya keputusan mereka bahkan melebihi wewenang Tuhan sendiri, seolah mereka ini maha tahu dan maha berhak untuk memutuskan apapun. Sikap seperti ini sudah biasa kita lihat lewat berbagai media atau bahkan secara langsung di jalanan. Tapi adalah salah apabila kita mengira bahwa itu cuma terjadi di luar sana. Orang-orang percaya pun banyak yang menunjukkan sikap bertolak belakang dalam berbagai rupa. Hari Minggu pagi berlaku seolah sangat rohani dan suci, pintar mengutip firman Tuhan, bibir penuh berkat ketika bersalaman dengan orang lain, tetapi begitu ibadah selesai, sikap itu pun kemudian berakhir. Majikan kembali memperlakukan pembantu tanpa kasih, di kantor pimpinan berlaku semena-mena terhadap bawahan, atau kembali menjalankan bisnis penuh dengan cara-cara kotor dan sebagainya. Seorang teman menjadi malas beribadah karena melihat langsung perilaku-perilaku tidak terpuji ini di kantornya setiap hari. “Mereka selalu berdoa pagi di kantor, tapi setelah itu kembali melakukan bisnis yang tidak jujur.” katanya sambil tersenyum sinis. Yang mengejutkan, ia berkata bahwa sebagian dari para pimpinan di kantornya ini adalah hamba-hamba Tuhan yang setiap minggu melayani di gerejanya. “Kalau sudah seperti itu, buat apa saya ke gereja? Toh orang-orang munafik ini yang ada di sana.” katanya lagi. Orang-orang yang bersikap munafik bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain dan menghambat orang untuk melihat pribadi Kristus secara benar. Istilah orang munafik ini pun dipakai Kristus untuk mengacu kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang menunjukkan perilaku sama.

Orang Farisi dan ahli Taurat pada masa itu dikenal sebagai pemuka agama yang terpandang dan dianggap sangat bersih dan rohani. Saking bersihnya, mereka pun dipercaya banyak orang berhak mengambil keputusan-keputusan mana yang halal dan haram, mana yang boleh dan tidak, mana yang baik dan buruk, atau kapan harus menghakimi hingga mengambil nyawa orang lain. Mereka hafal mati hukum Taurat dan seringkali tampil lengkap dengan atribut lengkap agar tampil beda dari manusia-manusia “berdosa” di luar kelompok mereka. Apa yang mereka lakukan sesungguhnya hanyalah sebatas fisik saja tanpa disertai motivasi yang benar. Mereka terlihat seolah mengerti agama tetapi sebenarnya perilaku mereka sama sekali tidak mencerminkan apa yang mereka ketahui bahkan hafalkan. Ini adalah sikap yang munafik yang mendapat kecaman langsung dari Yesus. Yesus pun mengecam mereka panjang lebar seperti yang bisa kita baca dalam Matius 23:1-36. “Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.” (ay 5-7). Perhatikanlah bahwa semua itu hanyalah mengacu pada penampilan agar dilihat orang, agar mendapat penghormatan semata. Yesus mengecam keras orang-orang ini dan menyebut mereka munafik. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (ay 27-28).

Setiap pengikut Kristus tidak boleh terjerumus pada sikap munafik seperti yang ditunjukkan para ahli Taurat dan orang Farisi itu. Lihatlah ajaran Kristus mengenai cara berdoa berikut ini. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Matius 6:5). Lebih lanjut lagi, perhatikan pula apa yang dikatakan Yesus seperti yang tertulis dalam Injil Markus. “Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Markus 12:38-40). Lagi-lagi disini kita melihat gambaran dari orang munafik itu langsung lewat kata-kata Yesus sendiri. Yesus mengatakan agar kiat berhati-hati. Mengapa harus hati-hati? Karena jika kita tidak mengenal firman Tuhan, kita bisa tertipu dan mengira bahwa sikap seperti itulah yang akan mengarahkan kita kepada keselamatan. Kita akan mengikuti tindak tanduk mereka, ikut berani menghakimi dan hanya sibuk mementingkan penampakan luar ketimbang membenahi diri dari dalam. Jika anda membaca lengkap Matius 23:1-36, maka anda akan memperoleh gambaran luar biasa lengkap atau detail mengenai kemunafikan yang menyesatkan ini. Karena semua itu sudah disebutkan dengan rinci, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengetahui dan terjebak pada pemahaman yang salah melalui tokoh-tokoh agama yang munafik seperti ini. Bagi yang sudah tahu tapi masih melanggar, atau bagi para pemimpin yang seharusnya menjadi cerminan Tuhan di dunia tapi menunjukkan perilaku yang bertolak belakang hukumannya tidak main-main. Yesus mengatakan langsung bahwa mereka ini “pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Markus 12:40). Pertama mereka tahu tapi tidak melakukan, kemudian mereka pun menyesatkan orang. Jelas hukuman pun akan dijatuhkan lebih berat.

Banyak orang yang sudah tertipu dan menganggap bahwa apa yang penting hanyalah penampilan luar saja. Mereka seolah mendapatkan wewenang untuk bertindak sesuka hati jika memakai atribut-atribut keagamaan, bagaikan seorang superhero yang berganti jubah. Mereka pun mengira dengan menjadi wakil Tuhan itu artinya mereka memperoleh keistimewaan-keistimewaan tersendiri seperti kebal hukum, mendapat tempat paling depan, bebas antrian atau kemudahan lainnya. Apa yang dikatakan Yesus sesungguhnya sangatlah bertolak belakang dengan pengertian dunia ini, bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24). Perhatikan pula kata-kata Yesus berikut ini: Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” (Yohanes 12:26). Yesus tidak pernah mempertontonkan sikap munafik yang busuk seperti itu. Apa yang ditunjukkan Yesus secara langsung adalah hati yang lembut, sikap rendah hati, mau melayani dan diatas segalanya hati yang penuh kasih. Tidaklah heran apabila sikap munafik yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini mendapat kecaman keras dari Kristus, bahkan dikatakan “celakalah hai kamu orang-orang munafik!” Mari kita periksa diri kita hari ini. Jika kita masih mendapati sikap-sikap munafik meski sedikit saja, bertobatlah dengan sungguh-sungguh. Kemunafikan hanyalah akan membawa kehancuran, menutup pintu berkat dan pintu menuju keselamatan.

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” (Markus 8:36)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here