Hilang Fokus Dalam Beribadah

Ayat bacaan: Matius 7:3
===================
“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”

selumbar, balok, hilang fokus dalam beribadah

Kemarin ketika sedang kebaktian di Gereja, seorang anak muda yang kebetulan duduk di sebelah saya tertidur lelap ketika kotbah baru saja dimulai. Mungkin dia terlalu capai malam sebelumnya, mungkin dia merasa bosan, mungkin dia sudah mengetahui isi kotbah, saya tidak tahu pasti. Namun dia begitu dalam tertidur. Saking lelapnya, kepalanya beberapa kali hampir menyentuh pundak saya. Dalam hati, saya berpikir, waduh.. sayang banget kotbah yang begitu penting seperti ini dilewatkan karena tertidur.. lalu saya pun sempat merasa geli karena membayangkan kisah Eutikhus dalam Kisah Para Rasul 20:9. Disana diceritakan akibat lamanya Paulus kotbah di lantai tiga sebuah gedung, ada seorang muda bernama Eutikhus yang jadi mengantuk, kemudian tertidur lelap. Sayang sepertinya dia duduk di tepi jendela, dan akibatnya dia pun terjatuh dari lantai tiga ke bawah. Saya tertawa dalam hati, untung saya yang disebelahnya, bukan jendela, kalau tidak mungkin dia sudah senasib seperti Eutikhus. Di saat itulah saya mendapat sebuah teguran dalam hati. “kenapa kamu menertawakan dia? Bukankah karena terlalu sibuk memperhatikannya kamu sendiri juga hilang fokus pada kotbah?” Saya terkesiap. Dan itu benar. Tanpa sadar dan tanpa maksud, saya sudah menghakimi saudara yang duduk di samping saya. Oh no… forgive me Lord for I have sinned..

Seringkali tanpa sadar kita terjatuh dalam dosa. Karena kita tidak sadar, kita pun menganggap diri kita lebih baik dari yang lain. Padahal belum tentu kita lebih baik, bahkan mungkin lebih buruk. Dalam rangkaian kotbah Yesus di atas bukit di hadapan orang banyak, salah satu yang diingatkan Yesus adalah mengenai hal menghakimi. “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.” (Matius 7:3-4). Dalam bahasa Indonesia pun kita punya pepatah yang isinya sama: “semut di seberang lautan terlihat, gajah di pelupuk mata tidak terlihat.” Ketika kita mulai terpikir untuk mengomentari orang lain, ingatlah sebuah pengajaran tegas dari Yesus yang berkata: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (ay 1-2). Jangan sibuk memperhatikan selumbar di mata saudara kita, padahal balok di dalam mata kita pun tidak bisa kita lihat. Ingatlah bahwa urusan penghakiman adalah hak Tuhan, bukan kita, seperti yang diingatkan dalam Roma 12:19. Kita pun diingatkan untuk mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang benar, hal-hal yang bermakna, yang terhormat, adil, murni, manis dan baik (Filipi 4:8). Jangan sampai kita menjadi orang yang cepat melihat sisi negatif namun sulit menangkap sisi positif dari setiap hal yang kita lihat.

Di sisi lain, hendaklah detik demi detik dalam beribadah kita pergunakan sepenuhnya untuk mengalami hubungan yang intim dengan Tuhan. Berkumpul bersama saudara-saudara seiman dan saling mendoakan satu sama lain, merasakan kehadiran Yesus ditengah-tengah kita yang tengah berkumpul bersama-sama menyembah dan memuji Tuhan. Menerima firman Tuhan dengan hati yang lembut, dan membiarkan kuasa Roh Kudus menerangi hati kita agar bisa menangkap makna dibalik firman Tuhan yang disampaikan hambaNya di mimbar. Miliki fokus yang benar penuh dengan kerinduan untuk mencari dan bertemu Tuhan ketika kita beribadah. Fokus yang benar disertai motivasi yang benar akan membuat kita mampu menerima firman Tuhan dengan segala kelembutan hati, sehingga firman Tuhan itu akan menjadi seperti benih yang jatuh di tanah yang baik, sehingga bisa tumbuh subur dan berbuah beratus kali lipat dalam hidup kita. Kita akan mengalami sukacita dalam kemuliaan Tuhan seutuhnya, memuji dan menyembah Tuhan dengan seluruh yang ada dalam diri kita. Ada yang tertidur, ada yang sibuk sms-an di tengah ibadah, ada yang ngobrol, dan gangguan-gangguan lain hendaknya jangan sampai membuat kita kehilangan fokus dan akibatnya kehilangan begitu banyak hal penting yang hendak disampaikan Tuhan kepada kita. Dan tentu saja, jagalah diri kita agar jangan sampai menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita yang lain dengan melakukan hal-hal yang bisa merusak konsentrasi saudara-saudara kita yang tengah beribadah. Nikmatilah persekutuan dengan Tuhan sepenuhnya.

Jagalah jangan sampai balok semakin membesar di dalam mata karena terlalu fokus melihat selumbar

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply