YESUS, Sang Putra Allah berkenan datang ke dunia sebagai manusia. Ia melayani manusia ciptaanNya dengan tulus dan penuh kasih; bahkan rela menyerahkan nyawaNya agar manusia terbebas dari belenggu dosa dan kekuasaan maut.

Sebagai muridNya, hendaknya kita meneladani Yesus, Guru Agung kita. Ia menunjukkan kepada kita semua bagaimana menjadi pemimpin yang melayani. Janganlah kita melayani dengan tujuan untuk menjadi terkemuka atau mencari popularitas. Melainkan miliki hati sebagai hamba yang siap melayani sesama dengan tulus dan rendah hati, siap berkurban dan setia dalam meniti seluruh jalan yang telah ditempuhNya.

Meski berbagai kekecewaan, penolakan dan hambatan mewarnai kehidupan pelayanan kita, tetaplah memiliki semangat yang berkobar untuk mempersembahkan diri kita seutuhnya kepada Dia dan sesama. Sadari bahwa di balik salib tersedia kemuliaan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.