Hidup Jangan Rasis

Kehadiran sesama“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” (Mat 25, 32-33). DUA  hari ini saya ikut pertemuan Papki di Thamrin City. Ada kesempatan bahwa peserta diminta berhitung […]

Kehadiran sesama

“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” (Mat 25, 32-33).

DUA  hari ini saya ikut pertemuan Papki di Thamrin City. Ada kesempatan bahwa peserta diminta berhitung dari 1 sampai 6. Kemudian mereka dipisahkan dalam 6 kelompok berdasar angka yang mereka sebut. Memisah-misahkan sesungguhnya merupakan kecenderungan manusia dalam banyak hal.

Gembala memisahkan domba dari kambing. Nelayan memisahkan ikan dari kepiting. Petugas cuci memisahkan pakaian putih dari yang berwarna. Anak-anak dipisahkan antara remaja dan orang muda. Waktu dipisahkan antara barat, tengah dan timur. Siswa dipisahkan antara yang cerdas dan yang lamban; yang bertaraf nasional dengan yang internasional.

Banyak istilah menunjukkan adanya suatu pemisahan: KMP dan KIH, kaya dan miskin, kanan dan kiri, pria dan wanita, Pandawa dan Kurawa, maju dan terbelakang, dulu dan sekarang, tua dan muda. Manusia cenderung dan terbiasa membuat banyak pemisahan tentang berbagai hal dalam hidup mereka. Kelak pada akhir jaman, semua manusia juga akan dipisahkan satu dengan yang lain di hadapan takhta Anak Manusia.

Sebagian manusia ditempatkan di sebelah kanan-Nya. Mereka semua terberkati dan boleh masuk dalam kerajaan-Nya. Sebagian lain ditempatkan di sebelah kiri-Nya. Mereka semua terkutuk dan dienyahkan dari hadapan-Nya ke dalam api kekal. Orang benar yang berada di sebelah kanan akan masuk ke dalam hidup kekal. Sedangkan orang yang di sebelah kiri akan masuk ke tempat siksaan yang kekal. Ini merupakan sebuah pemisahan yang definitif. Kriteria pemisahan bukanlah hal yang berkaitan dengan usia, status sosial, pendidikan atau hal lain.

Ukuran pemisahan adalah kasih terhadap Anak Manusia yang nampak dalam perhatian terhadap sesama, khususnya yang miskin dan menderita. Merayakan Kristus Raja Semesta Alam artinya merayakan kasih, perhatian, solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan. Bagaimana caranya agar anggota keluarga, saudara, para murid tidak ditempatkan di sebelah kiri dan dienyahkan ke dalam api kekal?

Teman-teman selamat petang dan selamat berhari Minggu. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply