Hidup itu Pasang Surut

petani5“Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan” (1 Kor 15, 42-43) MENABUR benih atau bibit tanaman  merupakan pekerjaan pokok para petani. Mereka tahu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ini. Mereka terlebih dahulu memilih dan menyisihkan benih yang akan […]

petani5

“Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan” (1 Kor 15, 42-43)

MENABUR benih atau bibit tanaman  merupakan pekerjaan pokok para petani. Mereka tahu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ini. Mereka terlebih dahulu memilih dan menyisihkan benih yang akan ditabur.

Mereka juga mempersiapkan lahan, dimana benih tersebut akan ditaburkan. Benih akan mengalami proses perkecambahan dan akan memunculkan tunas baru. Benih mengalami pemecahan atau kematian  sebagai benih. Namun demikian tunas baru pun muncul dari benih yang mati itu.

St. Paulus mempergunakan hal ini untuk menjelaskan soal kebangkitan.

Hidup manusia seperti hanya sebuah benih yang ditaburkan. Suatu saat akan mengalami kematian dan proses penghancuran. Namun Allah akan membangkitkannya, seperti halnya telah dialami oleh Yesus. Kematian diikuti oleh kebangkitan; kebangkitan akan terjadi karena ada kematian. Dua hal yang berkaitan satu dengan yang lain. Hal-hal lain dalam kehidupan manusia pun sering mengalami proses seperti benih yang ditaburkan.

Yang ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; yang ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; yang ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan; yang ditaburkan dalam kemiskinan, dibangkitkan dalam kesejahteraan; yang ditaburkan dalam kegelapan hidup, dibangkitkan dalam pengharapan terang; yang ditaburkan dalam sakit dan derita, dibangkitkan dalam kesembuhan dan sukacita; yang ditaburkan dalam kegelisahan dan kegalauan, dibangkitan dalam ketenangan dan kepastian hidup.

Sebagai sebuah benih, dalam situasi macam apakah diriku ditaburkan?

Teman-teman, selamat pagi dan selamat berakhir pekan.

Kredit foto: Ilustrasi (Agroborneo)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply