Hidup Dalam KebenaranNya, Jadi Terang Bagi Sesama

YOHANES Pembaptis adalah nabi yang terbesar dan terakhir di dalam Perjanjian Lama, ia jauh lebih besar daripada nabi Elia. Ia diutus untuk mewartakan kedatangan Mesias dan mempersiapkan jalan bagiNya, namun kehadirannya tidak dihargai oleh bangsa Yahudi. Hidupnya berakhir tragis di tangan raja Herodes.

Demikian pula dengan Yesus, Sang Juru Selamat, yang datang ke dunia sebagai sosok pribadi yang sederhana. Ia mewartakan kebenaran yang akan menuntun manusia menuju keselamatan. Ia pun ditolak bahkan menderita dan wafat di kayu salib.

Baik nabi Elia, Yohanes Pembaptis dan Yesus, semuanya menawarkan jalan keselamatan agar manusia terlepas dari jeratan dosa dan mengalami pemulihan. Namun banyak yang mengabaikan dan menolak mereka, dan memilih untuk tetap menjalani hidup seturut kehendaknya sendiri.

Sebagai murid Kristus, kita harus berani untuk hidup di dalam kebenaranNya dan bersedia menderita demi Dia. Mari menjadi pribadi yang membawa terang kepada sesama yang masih tinggal di dalam kegelapan dosa. Jangkau dan arahkan mereka yang tersesat kepada Sang Terang Dunia, agar mereka pun boleh dipulihkan dan mengalami keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: